Banjir di Depan Kahatex dan Pengusutan Polisi soal Jembatan 'Penyumbat' Sungai

Banjir di Depan Kahatex dan Pengusutan Polisi soal Jembatan 'Penyumbat' Sungai

Erna Mardiana - detikNews
Rabu, 16 Mar 2016 19:10 WIB
Banjir di Depan Kahatex dan Pengusutan Polisi soal Jembatan Penyumbat Sungai
Genangan di jalan depan Kahatex hari ini (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Bandung - Banjir di Jalan Raya Rancaekek tepatnya depan PT Kahatex berulangkali terjadi. Setiap banjir, akses jalan Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya terputus. Soal ini, Polda Jabar menuduh pabrik tekstil itu menjadi penyebab banjir. Polisi menetapkan tersangka dari direksi PT Kahatex.

Dua tahun lalu, awal Maret 2014, Direktur Umum PT Kahatex inisial HH ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga melanggar Pasal 94 Undang-undang No 7 Tahun 2004 mengenai Pengairan. Diduga gara-gara membangun jembatan di area pabrik, saluran air sungai tersumbat sehingga mengakibatkan banjir di Rancaekek.

Jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 7 meter yang dibangun di area pabrik dianggap ilegal berdasarkan analisis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sumedang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan PSDA Jabar. Hadirnya jembatan itu memicu debet air yang melintasi Sungai Cikijing tersumbat sehingga mengakibatkan air meluber menggenangi ruas Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua minggu setelah ditetapkan sebagai tersangka, Polda Jabar sempat memberikan berkas perkara kepada kejaksaan, namun dikembalikan lagi. "Masih P19," ujar Kabidhumas Polda Jabar saat itu Kombes Pol Martinus Sitompul.

Saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan kasus ini, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengaku belum mengetahui pasti. "Ini di bawah direktorat reserse kriminal khusus, nanti saya cek dulu," ujarnya melalui telepon.

Mengenai hal ini, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada April 2014 sudah memerintahkan agar bangunan di atas sungai di dalam area pabrik Kahatex untuk dibongkar. Namun hingga saat ini belum diketahui apakah jembatan itu sudah dibongkar atau belum. Yang pasti, hingga hari ini, terjadi luapan air di depan Kahatex yang menyebabkan arus lalu lintas terputus.

PT Kahatex belum bisa dikonfirmasi terkait banjir dan kasus yang kini diusut polisi. (err/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads