"Kami sudah mengecek langsung tembok yang runtuh menimpa seorang anak SD. Tentunya, kami menyelidiki kenapa tembok pemisah ini ambruk," ucap Kasi Pengusutan dan Penertiban Bangunan Bidang Pengendalian Bangunan Distarcip Kota Bandung Andri Nurdi di lokasi kejadian, Gang UNI,RT 3 RW 1, Kelurahan Burangrang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jumat (11/3/2016).
Bangunan Rusunami Grand Asia Afrika memiliki 23 lantai dan empat tower dengan jumlah hunian 2.140 unit itu berlokasi di Jalan Karapitan. Benteng ambruk letaknya di bagian samping yang berhadapan dengan permukiman warga di Gang UNI, RT 3 RW 1. Tembok beton yang membentang ini merupakan bangunan pemisah antara rumah susun dengan area rumah warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sewaktu kejadian, sekitar pukul 11.30 WIB, hujan mengguyur Kota Bandung. Korban kebetulan tengah bermain di jalan gang dekat benteng.
"Diduga terjadi rembasan, lalu tidak kuat menahan air. Memang di samping tembok ada saluran air, nah diduga bocor sehingga merembas. Tapi kami akan cek lagi lebih lanjut," ucap Andri.
Distarcip Kota Bandung, kata Andri, berencana meminta keterangan pengelola Rusunami Grand Asia Afrika berkaitan insiden tersebut. "Nanti kami panggil pengelolanya," ujar Andri. (bbn/ern)











































