"Para bakal calon ini terdiri dari kader internal dan luar partai. Bahkan ada juga yang dari partai lain," ujar Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana di Kantor PDIP Jabar Jalan Pelajar Pejuang Bandung, Selasa (1/3/2016).
Misalnya untuk Pilkada Kabupaten Bekasi, PDIP diminati Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi Abdul Khalik. Selain itu, terdapat juga Ketua DPP Partai Demokrat Munawar Fuad. Ada juga dari PPP, Damin Sada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai aturan dan mekanisme pencalonan di PDIP, mereka harus mengikuti seluruh ketentuan. Di mana jika lolos seleksi mereka harus menanggalkan 'baju' partai lama mereka.
"Harus keluar dari partai lamanya dan mendaftar jadi kader PDIP. Harus punya KTA PDIP," katanya.
Secara garis besar Abdi menyebut pendaftar untuk Pilkada Kabupaten Bekasi sebanyak 10 orang, untuk di Kota Cimahi 11 orang dan di Kota Tasikmalaya baru dua orang.
Berdasarkan aturan PDIP, penjaringan bakal calon ini sedikitnya harus menjaring empat nama. Karena itu PDIP akan kembali membuka pendaftaran untuk di Pilkada Tasikmalaya.
"Pendaftaran kembali dibuka mulai hari ini hingga 14 hari kerja ke depan," sebut Abdi.
Dari hasil penjaringan kemudian akan diseleksi menjadi tiga nama untuk diserahkan ke DPP.
Untuk di Kota Cimahi Abdy menyebut ada sejumlah mantan birokrat daerah pun mendaftar seperti mantan Sekda Kota Cimahi Encep Saepulloh kembali mendaftar. Encep juga pada Pilwalkot Cimahi 2012 lalu sempat maju dengan berpasangan dengan Supriadin. Ada juga mantan Ketua KPU Cimahi, Ikin Sodikin,.
Para bakal calon ini akan disurvei selama dua minggu, lalu menjalani sejumlah tes baru kemudian akan dipilih tiga nama.
Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Jabar, Yunandar Eka Perwira mengatakan cara ini diyakini sebagai salah satu syarat untuk melahirkan pemimpin yang bersih dan berpihak ke masyarakat. Seleksi ketat lainnya akan dilakukan dalam berbagai tahap.
Di PDIP pendaftaran dibuka melalui DPC, DPD dan DPP. Namun tak menutup kemungkinan PDIP akan mengusung kandidat lain di luar pendaftar yang ada saat ini.
"Apalagi keputusan akhir kan ada di DPP, jadi itu (kandidat lain) bisa saja terjadi," katanya.
(tya/ern)










































