Deddy Mizwar Bikin Film Animasi Kabayan

Deddy Mizwar Bikin Film Animasi Kabayan

Tya Eka Yulianti - detikNews
Jumat, 26 Feb 2016 19:10 WIB
Deddy Mizwar Bikin Film Animasi Kabayan
Foto: Rengga Sancaya
Bandung - Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengaku tengah membuat film animasi dengan tokoh khas tanah Sunda yaitu Kabayan. Namun, Kabayan di film animasi ini akan di re-branding.

Hal itu disampaikan Deddy pada wartawan dalam acara Diskusi Tantangan Industri Kreatif di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Rumah Makan Sindang Reret, Jalan Surapati, Jumat (26/2/2016).

"Kami mencari ikon Jabar, masa Lutung Kasarung, Sangkuriang. Yang tepat, ya Kabayan," ujar Deddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan tokoh Kabayan selama ini telah terdistorsi sebagai pribadi yang pemalas, culas dan licik. Padahal sejatinya bukan seperti itu karakter Kabayan yang sesungguhnya.

"Kabayan itu punya jargon 'teu nanaon-ku nanaon'. Ini filosofis banget," katanya.

Selain menampilkan tokoh Kabayan, film animasi itu nantinya juga akan mempromosikan pariwisata dan budaya Jabar.

Film animasi Kabayan itu disebut Deddy sudah dibuat menjadi segmen dengan durasi sekitar 7 menit. Namun masih ada beberapa koreksi. Tim pembuat film akan mempresentasikan seperti apa awal mula tokoh Kabayan terbentuk.

"Penulis cerita animasi Kabayan itu, dari Jakarta timnya animasi Sopo-Jarwo," ungkap Deddy.

Dalam pembuatan film animasi ini Deddy juga bakal menggandeng komunitas animator di Cimahi.

"Saya sudah bicara ke salah satu stasiun televisi nanti ditayangkan di sana," katanya. Segmen film animasi ini adalah untuk keluarga.

Deddy menambahkan bahawa televisi di Indonesia saat ini lemah dalam penayangan konten kreatif. Karena itu dibutuhkan film animasi seperti Kabayan ini supaya konten yang ada tidak meniru-niru film serupa dari negara lain serta bisa mengangkat potensi daerah.

"Film animasi Kabayan dibuat dari dana pribadi saja sama teman-teman. Kalau ada yang mau investasi, silakan atau BUMD kita mau investasi bagaimana mengangkat pariwisata dan kebudayaan boleh," katanya.

(tya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads