"Saat ini belum ada, anggarannya belum ada, tapi kalau rencana, Insya Allah nanti kita coba bahas di anggaran. Andai kata memang ini diperlukan secara menyeluruh saya kira tidak ada salahnya," ujar Deddy usai pemberian wakaf Quran Digital Braille di Hotel Trans Luxury , Jalan Gatot Subroto, Selasa (22/2/2016).
Ia mengatakan, Quran digital braille bisa menjadi sebuah terobosan dan kesetaraan setiap umat manusia dalam membaca Al Quran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deddy berharap, nantinya tuna netra di Jabar bisa membaca Quran. "Kalau sekarang baru ada 300 orang teman-teman tuna netra yang membaca maka ke depan diharapkan bisa dibaca oleh 1 juta teman tunanetra Al Quran ini," tuturnya.
GM Yayasan Al Khairiyah Nadia Bawazir yang memberikan wakaf menyatakan akan fokus untuk Jabar terlebih dahulu.
"Karena saya tinggal di Bandung, saya inginnya Jabar dulu. Saya inginnya sih sampai 1 juta Quran. Doakan semoga ada donaturnya," kata Nadia.
Quran digital braille ini beratnya tak lebih dari setengah kilogram. Dilengkapi dengan pen yang bisa mengeluarkan suara rekaman Quran sesuai dengan ditunjukkan pen.
Wakaf Quran digitak Braille ini merupakan bagian dari program amal dan CSR dari Yayasan Baitul Al Khairiyah bersama Kuwait International Bank Al Dawli via International Islamic Charitable Organization, Trans Luxury Hotel dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia-Cimahi.
(tya/ern)











































