GM Yayasan Al Khairiyah Nadia Bawazir menuturkan pemberian Quran digital ini karena ingin meningkatkan keamanan para tuna netra.
"Kasihan selama ini tuna netra kalau mau baca Quran berat. Satu juzz bisa 1 kg itu. Kan enggak bisa dibawa-bawa. Dengan Quran digital mereka bisa baca Quran dimana saja," ujar Nadia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap Quran ini bisa meningkatkan ketaqwaan dan keimanan tuna netra karena itu kan yang akan dibawa kalau kita meninggal," tuturnya.
Salah seorang penerima bantuan wakaf Al Quran Digital Indek Braile asal Kabupaten Garut, Koko Firmansyah mengaku senang bisa menerima bantuan tersebut.
"Alhamdulillah senang karena ini sangat membantu sekali karena ini lebih memudahkan kami jika ingin membaca Quran dibandingkan Quran braille yang biasa konvensional," kata Koko.
Quran Digital Indek Braile ini, lanjut dia, dilengkapi dengan teknologi terkini yang memudahkan tunanetra dalam membaca Quran.
"Kalau yang biasa itu kan kita harus meraba ayat per ayat memakai tangan kita. Kalau ini ada pena canggohnya dan itu sangat membantu sekali seperti kalau kita ingin membaca surat tertentu jadi lebih mudah," ujarnya.
Selain pemberian Al Quran Braille, para tunanetra juga mendapatkan pemeriksaan gigi gratis dengan adanya bantuan dari Persatuan Dokter Gigi-Cimahi. (tya/ern)










































