Guru di Sekolah Gratis Kang Jack pun Rela Tidak Dibayar

Guru di Sekolah Gratis Kang Jack pun Rela Tidak Dibayar

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 10 Feb 2016 11:00 WIB
Guru di Sekolah Gratis Kang Jack pun Rela Tidak Dibayar
Foto: Baban Gandapurnama
Bandung - Kang Jack duduk lesehan bersama dua bocah lelaki di dalam 'kelas' TK Al Raudlotul Jannah, Gang Tumaritis, Kampung Babakan Loa, RT 3 RW 12, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sang juru parkir tersebut serius mengajar mewarnai dan mempertebal gambar. Sekolah gratis bagi anak-anak tak mampu rintisan Kang Jack ini sudah berdiri sejak 2012.

Bila waktu longgar, Kang Jack ikut membantu istri dan tiga guru mendidik bocah-bocah lugu usia empat dan lima tahun warga setempat. Setiap harinya bapak empat anak ini sibuk menjaga zona parkir kendaraan di gedung Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

"Kebetulan saya lagi libur," ucap lelaki bernama asli Undang Suryaman ini membuka obrolan bersama detikcom di TK Raudlotul Jannah, Selasa (9/2/2016) kemarin.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pagi itu, pukul 10.30 WIB, seluruh murid hadir mengikuti aktivitas belajar. Ada 51 anak terdiri 28 perempuan dan 23 lelaki menyesaki dua 'kelas' yang berada di dalam rumah mertua Kang Jack.

"Sejak Agustus (2015) lalu sekolah ini pindah ke rumah mertua," kata Jack.

Ruang tengah rumah berukuran 3 meter x 5 meter serta kamar ukuran 2 meter x 4 meter 'disulap' Jack menjadi tempat kegiatan belajar mengajar. Sama seperti suasana TK umumnya, bagian tembok terpampang poster alat peraga edukasi berupa kumpulan huruf dan angka. Selain itu terdapat lemari berisi tumpukan buku pelajaran dan mainan anak.

Mayoritas murid merupakan kalangan warga miskin ini sangat antusias mendengar arahan pengajar. Masing-masing murid memegang satu buku dan seperangkat pensil berwarna.

"Ayo rapikan warnanya ya," ucap Jack tersenyum.

Pola mengajar diterapkan TK Al Raudlotul Jannah menitik beratkan soal pengetahuan dan wawasan agama Islam. "Kami sengaja memperkenalkan dasar-dasar agama yang sesuai dengan kemampuan anak-anak. Contohnya, setiap masuk kelas, murid harus wudu, setelah itu salat dhuha berjamaah dan mengaji. Tentu tujuannya memperkokoh akhlak anak sejak usia dini,"ujar Yani Novitasari, istri Jack.


Yani menjabat Kepala Sekolah TK Al Raudlotul Jannah sekaligus merangkap guru. Dia bersama tiga sukarelawan tenaga pendidik, Rosanina Hantingan, Sukaenah dan Nina Daniati bertugas selama lima hari dalam sepekan atau Senin hingga Jumat. Jam belajar berlangsung pukul 08.00-11.00 WIB. Mereka rela tidak dibayar. Namun apabila ada rezeki lebih yang diterima pihak TK, akan dibagi rata untuk para guru tersebut.

"Anak-anak belajar sambil bermain. Kami mengajarkan anak belajar mewarnai serta mengenal huruf dan angka. Selain itu, kami menekankan murid agar mandiri, misalnya cuci tangan sendirian dan mau memungut sampah," tutur Yani.

Sekolahan tersebut diprakasai Kang Jack sejak 12 April 2012. Awalnya Jack memanfaatkan ruang kosong Masjid Raudlotul Jannah di dekat rumahnya sebagai aktivitas belajar mengajar. Sempat pula selama satu tahun kegiatan sekolah menempati rumah kontrakan. Perjuangan Jack menebar kebaikan dan menggelorakan kepedulian ini sangat membantu keluarga miskin.


(bbn/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads