Sebelumnya Didi Ruswandi menjabat sebagai Sekretaris Bina Marga Kota Bandung. Kepada Kadishub Baru, pria yang akrab disapa Emil itu banyak memberikan pekerjaan rumah yang belum diselesaian oleh pejabat lama.
"Khusus Kadishub, pe-er besar sangat banyak. Dimulai dari hal sederhana seperti marka sampai persiapan lelang Cable Car dan LRT," ujar Emil usai pelantikan di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (4/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Didi ini masih muda, masih ada tenaga lah gelut sama preman-preman," ucap Emil.
Selain melantik Kadishub, Emil juga melantik Kepala Bagian Organisasi Perangkat Daerah (Kabag Orpd) Salman Fauzi menjadi Kepala BKBPM (Badan Kesatun Bangsa dan Peberdayaan Masyarakat) menggantikan Dadang Gantina, dan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distrcip) Kota Bandung Tono Rusdiantono, menjadi Kepala Dinas KetenagaKerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bandung.
Untuk Kadisnakertrans, Emil meminta untuk menyiapkan tenaga kerja Bandung, agar bisa menghadapi MEA.
"Kita harus siap mengembangkan ekonomi kreatif dan ekonomi pariwisata," pinta Emil.
Selain itu, juga pengusaha harus lebih diwasi, terkait hak-hak karyawan. Jangan ada lagi perusahaan yang menggaji karyawan kurang dari UMK.
"Misalnya perusahaan yang masih membayar karyawannya di bawah UMK atau jika masih ada perusahaan yang menahan ijazah karyawannya," tegas Emil.
Sedangkan untuk kepala BKBPM, Emil menitipkan kondusifitas Kota Bandung.
"Segera jalin komunikasi dengan LSM, kewilayahan dan pemuka agama. Dan atas nama pimpinan menjalin kerjasama demi kondusifitas Kota Bandung," harapnya.
"Kepada para pejabat baru, saya titip untuk tetap menjaga integritas, peofesionalisme dan kinerja agar tetap baik," tandasnya.
(avn/ern)











































