Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan penangkapan terhadap DP berlangsung di pinggir jalan, kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis sore (4/2). "Pelaku saat itu sendirian. Petugas langsung melumpuhkan dan menyergapnya," ucap Pudjo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (5/2/2015).
Menurut Pudjo, selama ini DP menjadi incaran polisi lantaran terlibat jaringan peredaran ganja di wilayah Jabar. Penyidik masih mendalami asal muasal ganja dan peran DP berkaitan praktik bisnis haram tersebut.
"Sewaktu penyergapan, polisi menemukan satu pistol buatan Belgia dan dua paket ganja yang disimpan pelaku dalam tas," kata Pudjo didampingi Dir Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Aman Gane dan Kasubdit II Ditnarkoba Polda Jabar AKBP Nugroho Arianto.
Selain itu, polisi menggeledah satu unit mobil yang dibawa pelaku saat proses penangkapan. Aparat mendapatkan mendapatkan atribut TNI dan Polri. "Ada rompi hijau bertulis Polisi dan sepatu PDL yang biasa digunakan TNI. Dia (pelaku) mengaku membeli atribut tersebut. Kalau kalung berlogo Mabes Polri ini memang biasa dipakai oleh pelaku," ujar Pudjo.
Hasil tangkapan ini polisi menyita barang bukti antara lain berupa dua paket ganja, satu pistol, telepon genggam rompi Polisi, sepatu TNI, paspor, KTP, kartu ATM dan kunci mobil. "Kami terus mendalami penyelidikan. Termasuk mengecek keaslian pistol. Lalu apakah pistol buatan Belgia ini pernah dipakai tindakan kejahatan, masih kami selidiki," tutur Pudjo.
DP kini mendekam di ruang tahanan Mapolda Jabar. Dia diganjar Pasal 111 UU No.35/2009 tentang Narkotik dan UU Darurat No.12/1951 tentang Senjata Api.
(bbn/ern)











































