Kasus Kematian DBD di Indramayu Paling Tinggi di Jawa Barat

Kasus Kematian DBD di Indramayu Paling Tinggi di Jawa Barat

Tya Eka Yulianti - detikNews
Kamis, 04 Feb 2016 12:34 WIB
Kasus Kematian DBD di Indramayu Paling Tinggi di Jawa Barat
Foto: thinkstock
Bandung - Angka kasus DBD di Jabar selama Januari 2016 mencapai 981 orang dengan kasus kematian sebanyak 24 orang. Dari jumlah tersebut, 9 di antaranya berasal dari Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Bina PLPP Dinas Kesehatan Jabar, angka CFR (Case Fatality Rate) Kabupaten Indramayu selalu jadi yang tertinggi baik pada 2016 ini maupun pada 2015 lalu.

"Pada tahun 2015, ada 641 kasus DBD di Kabupaten Indramayu dengan angka pasien meninggal dunia 33 orang atau tingkat CFR 5,15 persen," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma Lucyati, Kamis (4/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama Januari. 2016 ada 74 kasus DBD di mana 9 orang pasiennya meninggal dunia. Itu berarti tingkat kematian di Indramayu pada bulan Januari mencapai 12,16 persen.

Setelah Kabupaten Indramayu, daerah lain yang angka CFR terbilang tinggi pada Januari lalu yaitu Kabupaten Cirebon sebesar 6,9 persen dimana dari 29 kasus 2 meninggal dunia dan di Kota Bekasi sebesar 3,11 yaitu dari 193 kasus 6 diantaranya meninggal dunia.

Padahal di daerah lainnya angka DBD-nya lebih tinggi namun CFR-nya bisa ditekan.

Seperti di Kabupaten Bekasi, selama Januari tercatat 111 kasus, namun CFR-nya 0 atau tidak ada pasien yang meninggal dunia.

Dari data tahun 2015 juga terlihat sejumlah kabupaten kota yang berupaya menekan angka kematian pada kasus DBD seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Depok dan Kota Bandung.

KBB, dari 1.232 kasus hanya 1 orang meninggal dunia atau CFR 0.08 persen, Kota Depok dari 1.784 kasus hanya 3 yang meninggal dunia atau 0,17 persen dan Kota Bandung yang tercatat sebagai kota dengan kasus DBD tertinggi yaitu 3.640 kasus hanya 7 orang atau CFR 0.19 persen. (tya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads