Berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Bina PLPP Dinas Kesehatan Jabar, angka CFR (Case Fatality Rate) Kabupaten Indramayu selalu jadi yang tertinggi baik pada 2016 ini maupun pada 2015 lalu.
"Pada tahun 2015, ada 641 kasus DBD di Kabupaten Indramayu dengan angka pasien meninggal dunia 33 orang atau tingkat CFR 5,15 persen," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma Lucyati, Kamis (4/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Kabupaten Indramayu, daerah lain yang angka CFR terbilang tinggi pada Januari lalu yaitu Kabupaten Cirebon sebesar 6,9 persen dimana dari 29 kasus 2 meninggal dunia dan di Kota Bekasi sebesar 3,11 yaitu dari 193 kasus 6 diantaranya meninggal dunia.
Padahal di daerah lainnya angka DBD-nya lebih tinggi namun CFR-nya bisa ditekan.
Seperti di Kabupaten Bekasi, selama Januari tercatat 111 kasus, namun CFR-nya 0 atau tidak ada pasien yang meninggal dunia.
Dari data tahun 2015 juga terlihat sejumlah kabupaten kota yang berupaya menekan angka kematian pada kasus DBD seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Depok dan Kota Bandung.
KBB, dari 1.232 kasus hanya 1 orang meninggal dunia atau CFR 0.08 persen, Kota Depok dari 1.784 kasus hanya 3 yang meninggal dunia atau 0,17 persen dan Kota Bandung yang tercatat sebagai kota dengan kasus DBD tertinggi yaitu 3.640 kasus hanya 7 orang atau CFR 0.19 persen. (tya/ern)











































