Untuk memasuki kawasan ini, para pengunjung tidak dikenakan tarif sama sekali. Namun apabila ingin mengarungi sungai, para pengunjung harus membayar. Untuk dewasa Rp 10 ribu dan anak Rp 5 ribu. Harga cukup murah untuk bisa merasakan sensasi berperahu karet di sungai yang membelah Kota Bandung itu. Tarif itu juga plus pelampung.
"Dari pagi sampai siang ini, sekitar enam jam sudah ada 200 orang yang naik. Ya alhamdulillah animonya bagus," ujar Rully (28), dari Komunitas Cikapundung yang bertugas di divisi air, Minggu (31/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rully mengaku operasional perahu karet baru dibuka pada Sabtu sore, usai peresmian. "Kemarin saja puluhan pengunjung yang naik," katanya.
Ke depan, setiap hari operasional perahu karet mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. "Kalau malam kita enggak ada, soalnya khawatir terjadi apa-apa. Kalau kawasan Terasnya sih buka," tuturnya.
Ina (32), warga Baleendah mengaku baru pertama kali naik perahu karet mengarungi Sungai Cikapundung. "Senang, apalagi ini sambil bawa anak. Cuma sayang jaraknya pendek," katanya.
Ia mengaku sengaja datang ke Teras Cikapundung karena penasaran. "Lihat di koran, di televisi, jadi penasaran. Cukup menyenangkan juga, apalagi ini gratis dan bisa sambil botram," pungkasnya. (ern/err)











































