"Berapa lamanya tergantung. Di panti itu kan bukan cuma ditampung doang sampai nanti pulang. Tapi juga diselesaikan masalahnya," ucap Aher, sapaan Heryawan, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (26/1/2016).
Menurut Aher masalah yang dihadapi warga eks Gafatar tersebut berbeda-beda. Misalnya ada warga yang ingin pulang, namun ternyata keluarganya malah menolak.
"Kalau keluarganya mau terima sih enak ya. Kita tinggal membuat kejiwaannya tenang, pemahaman agamanya lurus lagi lalu bisa langsung pulang. Untuk yang keluarganya belum mau menerima, kita siapkan dulu," ujarnya.
Warga eks Gafatar perlu dibina agar tak dicap buruk saat kembali berbaur ke tengah-tengah masyarakat. "Ditampung dulu itu tujuannya antara lain supaya tidak dikucilkan. Mengurangi trauma dan tidak minder," kata Aher. (tya/bbn)











































