Kejadian nahas ini bermula saat Gilang usai latihan sepak takraw di Lapangan Sangkuriang hendak pulang ke rumah dengan berjalan melewati genangan banjir di tepian Jalan Kolonel Masturi, Rabu (13/1/2016), sekitar pukul 16.30 WIB.
Ia diduga hilang keseimbangan lantaran kena terjangan air deras yang meluap dari parit. Tiba-tiba Gilang yang menggendong tas cokelat ini jatuh serta terperosok ke parit. Sempat ditolong warga namun karena airnya deras, ia terlepas dan masuk ke aliran Sungai Citeureup yang kedalamannya 4 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim gabungan wilayah Cimahi terdiri personel polisi, PMI, Tagana dan Damkar sempat menyisir sejumlah tempat yang dilintasi aliran sungai. Pencarian berakhir setelah petugas menemukan Gilang yang kondisinya tak bernyawa. Orangtua mengenali tas yang masih dibawa jenazah.
"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sungai belakang perumahan Lembah Parahyangan, Desa Gado Bangkung, Kabupaten Bandung Barat," kata Ade.
Tim langsung mengevakuasi dan memboyong jenazah anak pasangan suami istri, Agus Sumarno (50) dan Rita Siningsih (46), tersebut ke RSUD Cibabat. Setelah itu keluarga membawa jasad bocah tersebut ke rumah duka di Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. (bbn/ern)











































