Hal itu dikatakan Kepala BBWS Citarum Yudha Mediawan ditemui usai rapat koordinasi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (13/1/2016). "Kita akan membuat tampungan kolamnya. Kami sudah melakukan studi dua kali, 2008 dan saat ini reviewnya," katanya.
Soal kapan dibuatnya danau buatan itu, kata Yudha, tergantung pembebasan lahan yang dilakukan Pemprov Jabar. "Itu kan cuma gali saja, kalau pembebasan lahan lancar, satu tahun juga sudah beres," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danau buatan ini juga, kata dia, akan dimanfaatkan untuk air baku PDAM. Di mana saat ini kebutuhan air bersih untuk Bandung Raya hanya sekitar 6 hingga 7 meter kubik per detik. Padahal idealnya sekitar 15 meter kubik per detik.
Untuk saat ini, BBWS menyetujui luas danau 10 hektare. Namun ada usulan dari Kota Bandung, luasnya ditambah hingga 30 hektare. Ia mengaku mendukungnya. Karenanya ia meminta pemprov Jabar segera mengirimkan surat ke kementrian PU dan Pera untuk area danau.
Sementara itu menurut Sekda Provinsi Jabar Iwa Karniwa, luas lahan yang sudah dibebaskan untuk danau buatan sekaligus masjid terapung sekitar 5 hektare. Untuk tahun ini, pembebasan lahan akan dilanjutkan dengan anggaran Rp 75 miliar. "Untuk pembuatan danau dan masjid terapung sudah bisa dimulai tahun ini," tandasnya. (ern/err)











































