"Kita meningkatkan kondusifitas Kota Bandung. Kita akan memperkuat pengamanan kewilayahan, Brigadir RW juga akan diintensifkan," ujar pria yang akrab disapa Emil tersebut di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (11/1/2016).
Selain Brigadir RW, pihaknya juga akan menempatkan 1.500 petugas ketertiban untuk mengelola keamanan masing-masing yang bekerjasama dengan komunitas jaga lembur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil ketua RW dari masing-masing wilayah di Kota Bandung untuk mengantisipasi hal-hal negatif seperti yang terjadi di Mengger Girang.
"Masing-masing RW akan saya kumpulkan. Jadi nanti warga baru harus benar-benar lapor 1x24 jam. Jadi tahu. Kemudian kalau ada warga-warga yang tidak aktif di kegiatan juga diperhatikan," ujarnya.
Di tahun 2016 ini, Emil juga akan membuat indeks kemasyarakatan. Sehingga nantinya setiap rumah akan diberi rapor khusus.
"Di rapor itu akan ketahuan siapa-siapanya. Berapa banyak dia ikut aturan dan seberapa banyak dia ikut kegiatan," terang pria berkacamata tersebut.
Konsep tersebut, lanjut Emil, diharapkan bisa menyisir perilaku-perilaku menyimpang baik dari warga Kota Bandung itu sendiri maupun pendatang.
"Konsep ini diharapkan bisa menyisir yang niat baik nebeng tinggal di Kota Bandung. Seperti yang di Regol itu," tandasnya.
Kemarin, Polda Jabar dan Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris di Kampung Mengger Girang, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol. Polisi membawa sejumlah barang dari kediaman pelaku. (avn/ern)











































