Deretan seng-seng yang menutupi bantaran Sungai Cikapundung selama proses pembangunan sudah dibuka. Meskipun begitu, warga belum boleh masuk ke area. Selain memang belum diresmikan, di Teras Cikapundung masih banyak terlihat pekerja bangunan yang melakukan finalisasi di titik-titik tertentu.
Pantauan detikcom, Selasa (29/12/2015), pemandangan bantaran sungai yang kumuh, banyak sampah dan tak terurus kini tak terlihat lagi. Berganti menjadi pemandangan yang indah, moderen dan alami.
Foto: Avitia |
Jika berjalan dari arah Jalan Setiabudi menuju Jalan Tamansari, maka terlihat jelas seluruh area Teras Cikapundung dari atas. Jembatan merah yang menjadi ikon Teras Cikapundung itu terlihat paling jelas membelah sungai. Sangat eye catching!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taman di teras Cikapundung (Foto: Avitia) |
Sementara di sisi ekologis lain terdapat kolam ikan dan pendopo-pendopo. Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, ikan yang ada di kolam itu adalah ikan-ikan khas Sungai Cikapundung.
"Kolam ikannya nanti diisi sama ikan-ikan khas Sungai Cikapundung. Ikan badar, kehkel dan beunteur," ujarnya.
Taman di teras Cikapudung (foto: Avitia) |
Proyek yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)Β Citarum ini sempat mangkrak di tahun 2014. Namun kini proyek itu dilanjutkan, warga di bantaran sungai juga sudah direlokasi ke sebuah Rusun di Sadangserang.
Program revitalisasi cikapundung (foto: Avitia) |












































Foto: Avitia
Taman di teras Cikapundung (Foto: Avitia)
Taman di teras Cikapudung (foto: Avitia)
Program revitalisasi cikapundung (foto: Avitia)