Rencana penggunaan ERP didasari dengan padatnya jumlah kendaraan yang keluar di pintu Tol Pasteur khususnya setiap kali akhir pekan.
"ERP masih pembahasan sama DPRD jadi masih panjang, sepanjang satu semester tahun depan kita bahas," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Jalan Cimuncang, Senin (21/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini mereka itu tahunya Pasteur saja, nanti akan ditambah sama di KM 149 (sedang pembangunan)," jelas Emil.
Baca juga: (Pemkot Bandung Usulkan Jalan Pasteur Dikenai Retribusi)
Untuk itu Emil menilai pemberlakuan ERP di Jalan Pasteur ini sangat mendesak. "Ya mendesak, tapi kan berbarengan dengan fasilitas transportasi lain," tandasnya.
Dikabarkan tarif yang akan dikenakan untuk ERP di Jalan Pasteur Rp 20 ribu.
(avi/ern)










































