Peluncuran Smart Card ini didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Bank Mega, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BCA, Bank BRI dan PT Telkom Indonesia.
"Setelah sekitar 7 bulan persiapan kerjasama dengan 5 perbankan, kita merilis tahap 1 smart card yang akan segera bisa digunakan untuk transaksi di sekolah, TMB dan mesin parkir elektronik," ujar pria yang akrab disapa Emil itu usai peluncuran Smart Card.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akrab disapa Emil ini optimis dengan diluncurkannya Smart Card, akan semakin mengurangi transaksi tunai di Kota Bandung seperti yang sedang digalakan oleh Bank Indonesia yakni Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
"Saat ini pergerakan uang di Kota Bandung Rp 300 triliun non tunai dan transaksi tunai Rp 49 triliun. Kalau bisa semuanya bergeser jadi non tunai. Mudah-mudahan warga Kota Bandung semakin pintar," bebernya.
Setelah diluncurkan tahap I, Pemkot Bandung juga tengah mempersiapkan Smart Card Tahap II. Untuk tahap II ini fungsinya akan semakin banyak, khususnya untuk keperluan pribadi.
"Tahap II nanti masuk ke data pribadi. Kalau ke rumah sakit ke dokter, tinggal pakai itu. Sampai suatu hari di Kota Bandung untuk semua urusan cukup dengan satu kartu," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Rosmaya Hadi mengatakan, Bandung Smart Card ini akan semakin mempermudah transaksi pembayaran di Kota Bandung.
"Ke depan Bandung Smart Card ini akan diinjeksikan identitas pribadi. Diharapkan dengan adanya Bandung Smart Card ini ke depannya dapat memudahkan masyarakat untuk berbelanja, pembelian tiket, pembayaran tagihan dan kartu akses," tandasnya.
(avi/ern)
