Shamsi tampil santai dengan memakai kaus krem pendek berkerah, celana panjang warna gelap dan sepatu olah raga. Puluhan warga berkerumun mendengarkan Presiden Nusantara Foundation Indonesia itu berbicara di atas panggung ukuran mini.
Dalam isi dakwahnya, Shamsi membahas banyak hal soal perkembangan Islam di Negeri Paman Sam. Bahkan penggemar musik rap ini sempat menyinggung soal kontroversi rombongan pimpinan DPR RI yang kala itu menonton konferensi pers kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan, ini berkomentar lagi soal ucapan teranyar Trump dalam kampanyenya yang menyerukan larangan kepada seluruh umat Islam datang ke Amerika.
"Sekarang Trump berkoar-koar lagi. Dia menyerang Islam. Dia kalau menjadi presiden, orang Islam dilarang ke Amerika," ujar Shamsi yang juga menjadi anggota dewan penasihat sejumlah organisasi besar seperti Indonesian Muslim Society in America dan Indonesian Muslim Intellectual Society in America.
Lebih lanjut Shamsi menuturkan, Islam tetap berdiri tegak meski sering ditampilkan negatif. "Semakin diobok-obok, Islam semakin bangkit dan terang," ucap Shamsi.
Kegiatan Dakwah On The Street digelar Integrated-Human-Quotient (iHAQi) di area CFD Dago atau tepatnya di halaman Prime Cafe and Bistro. Hadir dalam acara tersebut antara lain Pemrakarsa iHAQi Erick Yusuf dan penyanyi Rida RSD.
(bbn/nrl)











































