Dentuman musik berirama kencang menggema di Lapangan Tegalega Bandung menjelang petang. Suaranya menutup pembicaraan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Sujarnoko yang sedang menyampaikan keterangan pers di tenda artis.
Hadir di tenda itu antara lain eks pimpinan KPK Bambang Widjojanto dan Ketua Komunitas Musik Bandung Dadan Ketu. Meski alat pengeras suara tak berfungsi, mereka tetap lantang berbicara soal perlawanan terhadap korupsi.
Bandung selama ini dikenal publik seantero nusantara sebagai kota yang memiliki segudang musisi. Berbicara soal seruan antikorupsi, sebenarnya sejumlah band indie di Bandung sejak lama berperan menyuarakan nadanya melalui lirik lagu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berkisah, salah satu band asal Bandung, Jeruji, kerap menggelegarkan panggung-panggung lewat lagu keras dengan syair penuh makna protes terhadap segala bentuk kekeliruan di negeri ini.
"Ada lirik lagu milik Jeruji yang membahas antikorupsi. Sebenarnya itu sudah 20 tahun lalu disuarakan," kata Dadan.
Kini, sambung dia, memberangus koruptor tetap menjadi komitmen komunitas musik di Bandung. Ragam genre musik bersepakat melebur guna berjuang menangkal virus korupsi. Dadan mengatakan, berkaitan Festival Antikorupsi 2015 yang bertepatan memperingati Hari Antikorupsi Internasional, empat band indie asal Bandung menyumbangkan lagu mereka.
Empat lagu itu berjudul 'Sebagai Kawan' karya band Banda Neira, 'Korupsi Sampai Mati' ciptaan Alone At Last, 'Konfrontasi Anti Solusi' dibesut Taring, dan 'Serum' milik Eye Feel Sick.
"Lagu tersebut buat KPK dari para musisi Bandung. Silakan masyarakat download dan dengarkan. Ya, lagu-lagu itu sengaja dibuat agar melekat di ingatan anak muda. Kelak generasi mendatang bisa menanamkan jiwa antikorupsi sejak dini," tutur Dadan sambil menyebutkan lagu-lagu itu bisa diunduh gratis di www.uncorruptedfest.com.
Pegiat antikorupsi, Bambang Widjojanto, mengangkat jempol untuk komunitas musik di Bandung. Dia bangga lantaran anak-anak muda Bandung menggulirkan spirit perjuangan serta ide segar dan kreatif dalam proses berkarya.
"Menaklukkan korupsi tak perlu berdarah-darah. Selama ini, seolah-olah pemberantasan korupsi itu harus menangkap koruptor. Padahal nilai-nilai korupsi itu bisa dibongkar dengan seni dan budaya," ucap Bambang.
Direktur Pendidikan Pelayanan Masyarakat KPK Sujarnoko mengatakan semangat melawan korupsi lewat lagu sudah dicontohkan band papan kelas atas tanah air yakni Slank. Selama ini band dimotori Bimbim dikenal pro pemberantasan korupsi.
"Kami ingin menyadarkan para anak muda untuk tidak mengkritik, tak hanya mengeluh, tetapi ikut berkontribusi secara aktif memberantas korupsi," ujar Sujanarko.
Lebih lanjut dia menuturkan, KPK sudah menerima empat lagu yang diserahkan Komunitas Musik Bandung. "Ini luar biasa dan contoh terbaik. Nanti akan saya ajak roadshow ke seluruh provinsi di Indonesia," kata Sujanarko.
Konser Rakyat Antikorupsi digelar di Lapangan Tegalega pada Jumat (11/12/2015). Konser bertajuk 'Uncorrupted Fest' ini dimeriahkan Slank, Efek Rumah Kaca, Jeruji, Eye Feel Six dan Karinding Attack. Acara tersebut menjadi penutup peringatan Hari Antikorupsi 2015 di Kota Bandung.
(bbn/ern)











































