Dengan bergiliran, siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengantre untuk mengecap tangannya dan menulis pesan tentang antikorupsi. Anak-anak antusias dan tak sabar ingin memasukkan tangannya ke dalam cat yang sudah disediakan.
Salah satunya Tya Githa, siswi kelas 6, menuliskan pesan bahwa Indonesia harus bebas korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Kepala Sekolah SDN Andir Kidul, Ahmad Taufan Hidayat mengatakan, jumlah siswa yang ada di sekolah ini yakni 1.159 ditambah gurunya berjumlah 58 orang.
"Jadi totalnya ada 1.500, kami juga mengajak orangtua yang mengantar dan seluruh pengurus sekolah ini untuk terlibat dan mendukung gerakan antikorupsi ini," jelasnya.
Pria yang akrab disapa Taufan itu mengatakan, selain mengecapkan 10 jari pada kain perca integritas, pihaknya juga menanamkan pesan-pesan kebaikan bagi siswa-siswanya.
"Kita ada pengintegrasian terhadap kejujuran melalui permainan. Hari ini juga ada lomba gambar pahlawan Indonesia yang memiliki nilai juang yang tinggi," jelasnya.
![]() |
Perca integritas ini adalah ikrar menjaga diri dan keluarga sebagai upaya menegakkan mental kejujuran. Ribuan #PercaIntegritas yang telah terkumpul akan dijahit dan rencananya akan dibentangkan pada Festival Antikorupsi 2015 pada 10-11 Desember 2015 di Alun-alun Bandung.
"Mudah-mudahan dengan gerakan ini bisa menanamkan bahwa jujur itu baik. Sasarannya anak SD karen mereka ini penerus bangsa di segala segi baik lingkungan sekitarnya maupun di pemerintahan," ujar perwakilan dari Ruang Media Perempuan (RUMPUN) yang juga relawan Hari Antikorupsi.
Pengecapan tangan di kain perca integritas ini dimulai pukul 09.15 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Dilanjutkan dengan lomba gambar. (avi/try)













































