Lima Wirausaha Sosial Raih AJWSB 2015

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 18:42 WIB
Foto: Baban Gandapurnama
Bandung - Lima wirausahawan sosial meraih Anugerah Jawara Wirausaha Sosial Bandung (AJWSB) 2015 yang difelar Syamsi Dhuha Foundation. Para pendekar wirausaha sosial ini menyisihkan finalis lainnya untuk tiga kategori yang dikompetisikan yaitu ide, startup (usaha berjalan 1-3 tahun), dan growing (usaha yang berjalan lebih tiga tahun).

Para pemenang terdiri Juara I Kategori Ide (Family Home Care), Juara Kategori Startup I (Fish n' Blues), Juara Startup II (Amygdala Bamboo), dan Juara Startup III (Sekolah Repoeblijk), serta Juara I Kategori Growing (Kampung Domba). Pengumunan jawara tersebut dibacakan salah satu juri AJWSB, Romy Cahyadi dari UnLtd Indonesia, di Auditorium Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (10/11/2015).

Penggagas AJWSB Eko Pratomo mengatakan para jawara tersebut berhasil lolos dari sejumlah tahapan seleksi awal yang diikuti 293 pendaftar yang bergulir sejak Juni 2015 lalu. Panitia menyaring peserta menjadi 50 nominator dan terpilih 12 finalis. Mereka dari dalam dan luar Kota Bandung.

"Memang tidak mudah tentukan juara karena setiap finalis memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing. Proses penilaian serta seleksi dilakukan dewan juri yang didukung fasilitator dari berbagai kalangan," kata Eko.

Dia menyebut, dampak sosial dari usaha yang dijalankan finalis merupakan faktor penting dari kriteria penilaian. Selain itu penilaian lainnya antara lain seperti pengelolaan dan perencanaan pengembangan usaha yang bisa menjaga keberlangsungan usaha agar tetap mempertahankan misi sosialnya.

"Para jawara akan mendapat kesempatan mengikuti program inkubasi selama enam bulan, pitching kepada investor dan audiensi dengan Pemkot Bandung," ucap Eko.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, pendekar wirausaha sosial pemenang AJWSB 2015 untuk kategori startup dan growing mendapatkan tambahan penyertaan modal dari Syamsi Dhuha Foundation (SDF) senilai Rp 250 juta. Para juara yang mengikuti program inkubasi akan dibimbing oleh sejumlah mentor berpengalaman seperti Bijaksana Junerosano (marketing), GIBRAN Huzaifah (R & D), Edwar Fitri (finance), dan Adjie Wicaksana (social enterprise business model).

AJWSB bertujuan untuk memberikan motivasi dan penghargaan serta pemberdayaan bagi para pendekar wirausaha sosial yang memiliki ide usaha atau usaha yang telah berjalan dengan memberikan dampak atau perubahan positif bagi warga Kota Bandung serta masyarakat umum.

AJWSB 2015 ialah kompetisi social preneurs yang digagas Syamsi Dhuha Foundation untuk berkembang menjadi Venture Philanthropy Organization bekerja sama dengan Bandung Social Innovation Circle (BaSIC) dan didukung Pemkot Bandung.

Berikut profil singkat lima finalis pemenang AJWSB 2015.

1. Family Home Care: Bidang Kesehatan. Home care post-ICU yang dapat meringankan beban keluarga pasien dalam proses recovery pasien setelah dirawat di ICU. Family Care meminjamkan alat ICU seperti ventilator. Serta memberikan jasa pengawasan perawat selama 24 jam di rumah pasien, juga jasa pengawasan dokter yang datang ke rumah pasien.

2. Kampung Domba: Bidang Pemberdayaan. Kampung Domba memanfaatkan waktu luang dan lahan warga untuk beternak domba, sehingga ekonomi warga lebih meningkat karena hasil penjualan domba. Kotoran domban juga menjadi pupuk. Waktu warga pun menjadi produktif.

3. Fish n' Blues: Bidang Perikanan. Fish n' Blues berusaha menciptakan rantai terakhir perbaikan perikanan di Indonesia dengan menyalurkan produk nelayan dan pembudidaya skala kecil binaan LSM ke konsumen agar mereka termotivasi untuk terus memperbaiki praktik perikanannya. Fish n' Blues ingin membuktikan produk seafood berkualitas tinggi bisa dihasilkan nelayan dan pembudidaya sekala kecil Indonesia.

4. Amygdala Bamboo: Bidang kerajinan kreatif. Memproduksi produk-produk bambu yang diminati pasar dengan mempertimbangkan kemampuan natural perajin dan melalui pendekatan empati. Produk yang ditawarkan Home decor yang didesain memerhatikan fungsi karakteristik khas dari bambu, serta jasa desain elemen estetis ruangan dengan menggunakan material bambu.

5. Sekolah Repoeblijk: Bidang Kewirausahaan. Sekolah Repoeblijk ialah program pendidikan berbasis kewirausahaan dan profesi untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan agar TKI mendapat gambaran dan pengetahuan tentang bagaimana berwirausaha di Indonesia.

(bbn/ern)