Selama bertahun-tahun, jejak sejarah Sukarno yang berdiri di lahan milik Pemerintah Provinsi ini tak terurus. Tempat lahirnya naskah 'Indonesia Menggugat' ini kumuh, penuh sampah, bahkan bau pesing.
Di era kepemimpinan Wali Kota Ridwan Kamil, petilasan ini dipugar. Anggarannya bukan dari APBD Kota Bandung, namun dari patungan komunitas, organisasi, yayasan dan pecinta Sukarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Β
Menurut Indra, selaku perwakilan Tim Revitalisasi Penjara Bung Karno, patung Sukarno duduk tersebut berdiri di atas batu granit.
"Mengapa bukan patung Sukarno yang sedang berpidato? Karena saat Bung Karno sedang duduk itu mengisyaratkan lebih dalam dari diri beliau," ujarnya.
Sementara itu putra sekaligus Ketua Yayasan Bung Karno, Guruh Sukarnoputra mengatakan, saat ini kondisi penjara Bung Karno jauh lebih baik. Ia mengapresiasi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang sudah merevitalisasi salah satu situs peninggalan ayahnya itu.
"Dulu masa Orba, tempat ini sebelas duabelas seperti toilet, keadaanya sangat menyedihkan. Tetapi Pemkot Bandung khususnya Pak Wali Kota, kami mengucapkan terima kasih karena telah mamfokuskan dirinya sbagai pejabat untuk dapat merevitalisasi atau memugar petilasan Bung Karno," ungkap Guruh.
Namun ada rasa khawatir yang dirasakan keluarga Sukarno, jika pada saat nanti bukan Ridwan Kamil yang menjabat sebagai Wali Kota, apakah tempat tersebut akan tetap terurus atau tidak.
"Sekarang mungkin bagus, tapi apa kabar kalau Pak Wali sudah tidak menjabat dan entah siapa penggantinya," ungkapnya.
Dalam seremoni peresmian tersebut ada beberapa pertunjukan yang dilakukan oleh seniman Bandung dan diakhiri dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. (avi/ern)












































