Terminal baru ini berada di samping bandara lama atau sebelum bandara lama dari gerbang. Lokasi proyek masih ditutupi seng. Hanya pekerja proyek dan orang berkepentingan yang bisa masuk. Namun secara umum, fisiknya sudah berdiri kokoh.
Tampak dari luar sudah terlihat nuansa Tatar Parahyangan dari struktur bangunan khas tradisional Sunda yakni 'Julang Ngapak'. Sebagai aksen, di bagian tiang penyangga atap ada aksen senjata khas Jawa Barat yakni Kujang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang mengajak wartawan untuk meninjau, berjalan perlahan meninjau sekeliling dengan seksama. Sesekali berhenti dan berdiskusi dengan pihak Angkasa Pura II.
"Kumaha, lumayan ya," kata pria yang akrab disapa Emil itu kepada wartawan.
Pria berlatarbelakang arsitek itu tampak jeli melihat sekeliling bangunan. Keahliannya di bidang desain dan struktur bangunan membuatnya banyak memberi masukan.
"Ini tembok-tembok yang kosong diberi lukisan mural. Sehingga orang yang datang ke sini itu terkesan," ungkapnya.
Sejenak Ia menghentikan langkahnya. Lalu melihat sekeliling sambil berkata, "Kalau ada turis berdiri di sini, kemudian melihat tembok mural, ya saya kira keren," kata Emil sambil membayangkan.
![]() |
Menurut GM Angkasa Pura II Bandung Dorma Manalu, saat ini progres bandara sudah mencapai 75 persen. Memang ada kemunduran dari target awal, namun hal itu karena kendala teknis.
"Baru 75 persen. Nanti kita ada lift dan eskalator. Kalau sudah terpasang progresnya meningkat," kata Dorma.
Rencananya, terminal baru ini sudah bisa dinikmati pada akhir Januari 2016 mendatang.
(avi/ern)













































