Menurut Dede, saat itu kurang lebih ada sekitar 20 orang penumpang yang duduk di tingkat dua. Sebelum naik, Dede sudah memperingatkan seluruh penumpang jika duduk di atas harus menunduk.
"Sudah saya peringatan sebelum naik, kalau duduk di atas harus menunduk. Duduk juga harus nunduk. Dia (korban) yang pegang kamera tidak menunduk," kata Dede usai kejadian di Jalan Wastukancana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bus melaju dari Lapangan Tegalega usai upacara Peringatan Sumpah Pemuda. Ketika tiba di Jalan Wastukancana, tiba-tiba ada yang terjatuh.
"Saat mau belok, sudah saya ingatkan menunduk, awas kabel. Tapi mungkin dia masih ngamera, nyangkut, dia kebawa," ucap Dede.
Dede mengaku tidak melajukan kendaraan bernopol D 8812 EDO dengan kecepatan tinggi. "Saya kaget kok ada yang jatuh kan saya sudah ingatkan menunduk. Lagipula tidak ngebut, Bandros kan memang tidak boleh ngebut," kata Dede.
Untuk naik bus setinggi 5 meter itu memang harus waspada, apalagi di tingkat dua. Penumpang diminta waspada setiap kali melintas kabel dan pohon yang tinggi.
Data di kepolisian, penumpang bus yang terjatuh bernama Andy Setiawan Haryanto (19). Dia merupakan mahasiswa yang berdomisili di Tasikmalaya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan dirawat di RS Borromeus Bandung.
(avi/try)











































