Ditemui di RSUD Ujungberung, Taufik menceritakan kronologi penganiayaan terhadap dirinya pada Kamis siang (22/10/2015). Menurutnya sekitar pukul 12.00 WIB, ia bersama tujuh temannya melintas Bunderan Cibiru untuk menuju Polsek Panyileukan. Namun tiba-tiba Opang yang berada di Jalan Manisi menghadang mereka.
"Kita mau ke Polsek Panyileukan untuk menemui teman Go-Jek yang sebelumnya juga dianiaya. Saat itu pakai atribut lengkap. Mungkin disangkanya mau menyerang," ujar Taufik
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik lalu berusaha menghindar dengan berlari ke seberang jalan menuju halte TMB. Namun di sana ia juga dihadang dan dipukuli. Ia dibawa ke dalam angkot dan dihajar oleh beberapa orang.
Beruntung, kata dia, ada seorang anggota polisi yang menyelamatkannya. "Pas saya dipapah oleh polisi untuk menjauhi massa, dari arah belakang, ada yang pukul kepala pakai botol. Saya masih sadar, langsung dibawa ke RSUD," tutur Taufik yang sudah bergabung dengan Go-Jek sejak Maret lalu.
Baca: (Ini Kronologi Keributan Go-Jek vs Opang di Cibiru versi Ojek Pangkalan)
Taufik berharap perselisihan antara Go-Jek dan ojek pangkalan berakhir. "Saya berharap pemerintah bisa mengakomodir kami semua. Ribut gini sudah sering, tapi kali ini memang paling parah," tandasnya yang harus dijahit bagian kepala belakangnya.
Sebelumnya polisi mengatakan korban dipukul dengan gelas oleh sopir angkot. Kini sopir Angkot itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.
(ern/err)











































