Detikcom menemui sekumpulan sopir angkot yang sedang ngetem di perempatan Kiaracondong-Jalan Jakarta, Rabu (21/10/2015) siang. Tampak sekitar 5 unit angkot berwarna merah itu terparkir di pinggir jalan. Para sopir duduk-duduk di kios yang ada di pinggir jalan tersebut.
Feri (60) salah satu sopir senior angkot 05 mengaku sudah membaca rencana Pemkot Bandung itu dari media cetak dan media online. Namun secara resmi mereka belum mendapat informasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Feri yang sudah bertahun-tahun menjadi sopir angkot ini menyerahkan semua keputusan kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Hanya saja, sebelum ada penutupan, lanjut Feri, sebaiknya Pemkot Bandung mengundang organisasi-organisasi angkutan umum juga para sopir angkot untuk berdiskusi.
"Kalau memang mau mengubah rute, bagaimana dengan rute yang sudah ada. Kan pasti bersinggungan dengan trayek lain. Diskusinya harus panjang, tidak bisa terburu-buru," terangnya.
Selain itu, Feri juga memikirkan penumpang yang masih membutuhkan angkutan umum dengan rute yang ditempuh oleh Cicaheum-Cibaduyut.
"Bagaimana nanti penumpang. Angkot ini melayani yang mau ke arah soekarno hatta, yang kerja di sana, yang sekolah di sana. Sama yang mau ke terminal Leuwipanjag," ungkapnya.
Selain Feri, Jhon (50) juga mengungkapkan hal yang sama. Pihaknya bukannya tidak setuju. Namun menurutnya masih ada penumpang yang butuh jalur angkot trayek ini.
"Bukan enggak setuju, kasihan penumpang. Kalau mau ke Leuwipanjang dari kircon kan pakai angkot ini," ucapnya.
Menurut Jhon, angkot 05 ini cukup ramai saat hari Sabtu dan Minggu. Rata-rata warga yang hendak ke Terminal Leuwipanjang banyak yang naik angkot ini.
"Sabtu minggu banyak, yang dari Kiaracondong mau ke Leuwipanjang, maupun yang dari Leuwipanjang ke Kiaracondong," tandasnya.
Tak hanya angkot 05 saja, angkot jurusan Ciwastra-Cicaheum dengan nomor 09 juga akan ditutup. Rencananya, angkot 05 akan diganti menjadi trayek 08, trayek 09 diganti menjadi 07. Pemkot sendiri saat ini masih mengkaji rute baru yang tepat. Angkot 05 menjadi buah bibir pasca keributan antara salah satu sopir dan peumpang.Peristiwa tersebut ramai di sosial media, dan anyak warga yang angkat bicara terkait angkutan tersebut. Rata-rata penilaian warga buruk terhadap angkot itu.
(avi/ern)











































