Informasi yang diperoleh detikcom, saat kejadian pria malang itu tengah mencari rumput tak jauh dari rumahnya. Saat itu Pepen tak sendiri ia ditemani Ajat dan Udin, mereka mencari rumput untuk pakan kambing. Diduga Pepen yang memisahkan diri dua rekannya itu secara tak sengaja menginjak sarang tawon yang terjatuh dari atas pohon.
"Saat itu Pepen berteriak, begitu kami hampiri saya ngeliat dia bergulingan di tanah. Ribuan tawon masih ada di sekitar tubuh pepen, kami gak berani mendekat karena takut diserang," ujar Ajat diamini Udin rekannya kepada detikcom di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom) |
10 menit berlalu kemudian Ajat dan Udin memberanikan diri menghampiri tubuh rekannya, setelah memastikan tawon tawon tersebut pergi. "Badan Pepen bengkak, saat itu ia tak sadarkan diri saya bawa ke rumahnya dan langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak," lanjutnya.
Sayang, nyawa Pepen tak tertolong. Ia meregang nyawa saat dalam perjalanan menuju RS.
Sementara itu, Kepala Desa Tenjojaya Supriatman mengaku kejadian tawon mengamuk tersebut baru pertamakali di wilayahnya. Tawon jenis "Odeng" itu biasanya memang banyak ditemukan di ladang-ladang warga, namun tak menyerang kepada manusia bila tak diganggu.
"Sepertinya almarhum tak sengaja menginjak, karena tadi saya periksa ada sarangnya di bawah pohon. Saya mengimbau kepada warga agar berhati-hati bila pergi ke ladang agar kejadian serupa tak terulang lagi," tuturnya di rumah duka. (try/try)












































(Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)