Hal itu diungkapkan Kabid Pengadaan Bahan dan PJU DBMP Kota Bandung Rosyidi Santono mengatakan kepada wartawan saat berbincang di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (9/9/2015).
"PJU yang ada di sekitar Tegalega itu kita buat menyala semua. Agar terang benderang. Tapi sering mati. Ketika kita sedang berupaya memperbaiki lampu itu, ternyata ada yang tidak berkenan. Mereka (waria) sengaja tidak mau lampu menyala di daerah situ," kata Rosyidi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan sering juga keluar bahasa binatang. Mungkin karena mereka biasa gelap, sama kami diberi penerangan mereka gelapin lagi," keluhnya.
Rosyidi menambahkan, pihaknya seringkali membetulkan lampu penerangan yang ada di sekitar Jalan Moh Toha itu. Namun tidak bertahan lama, karena rusak kembali.
"Sudah kita betulkan, dua hari kemudian sudah gelap lagi," kata dia.
Selain itu, tangan-tangan usil juga masih menjadi penyebab utama PJU rusak. Pihaknya juga menyayangkan rusaknya PJU antik yang menghiasi Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga.
"Lampu antik yang di Jalan Braga hiasan maungnya hilang 12. Sepertinya dipatahkan dengan paksa karena ada sisa kakinya. Kami sangat prihatin, di saat Pak Wali ingin mempercantik kota, malah ada yang merusaknya," tandas Rosyidi.
(avi/ern)











































