"Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin (Bandung tanpa angkot). Orang jelek saja bisa dapat istri cantik, jadi bisa saja," ujar pria yang akrab disapa Emil itu, Jumat (9/10/2015).
Senin lalu, sosial media twitter sempat ramai dengan tagar #UsutTuntasAngkot05. Tagar tersebut dilatarbelakangi kicauan dari Ade Rohmat (22) alias @ader_rr yang mengaku dipukul oleh salah satu oknum sopir angkot 05.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa tersebut mengundang reaksi dari warga Kota Bandung. Rata-rata mereka ikut mengeluarkan unek-unek dan mengeluhkan pelayanan buruk angkot dengan trayek Cibaduyut-Cicaheum itu.
Jika memang keberadaan angkot sudah tidak relevan lagi, menurut Emil bisa saja angkot ditiadakan.
Namun begitu, pihaknya akan lebih dulu mencari solusi ekonomi lain agar nantinya sopir angkot tidak menganggur.
"Saya maunya jangan ada yang dirugikan. Kalau ternyata angkot tidak ada tapi sopir angkot bisa beralih dalam dunia transportasi lain dengan penghasilan sama saya kira tidak ada masalah," ungkapnya.
Menurut Emil, saat Ini Kota Bandung perlu inovasi baru untuk menghadirkan transportasi massal yang baik. Namun upaya perbaikan dan kemajuan tersebut diakui Emil kerap mendapat aksi penolakan. Contohnya ketika bus sekolah gratis dioperasikan, para sopir angkot di Bandung malah berdemo dan mengeluhkan menurunnya pendapatan karena anak sekolah beralih dari angkot ke bus sekolah.
"Jadi dinamika sosial itu ternyata sangat mempengaruhi percepatan perubahan pembangunan di Indonesia khususnya di Kota Bandung," tandasnya. (avi/try)











































