Begini Suasana Pindahan Rumah Warga Baksil ke Rusun Sadang Serang

Begini Suasana Pindahan Rumah Warga Baksil ke Rusun Sadang Serang

Avitia Nurmatari - detikNews
Selasa, 06 Okt 2015 12:40 WIB
Begini Suasana Pindahan Rumah Warga Baksil ke Rusun Sadang Serang
Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Siang ini suasana Rusunawa Sadang Serang yang berada di belakang Terminal Sadangserang Kota Bandung ini cukup ramai sejak warga Babakan Siliwangi direlokasi ke bangunan lima lantai tersebut mulai Jumat (2/10/2015).

Hari ini, Selasa (6/10/2015) rencananya hari terakhir untuk proses relokasi warga. Menurut Kepala Satpol PP Kota Bandung, Eddy Marwoto, hari ini akan dilakukan relokasi sebanyak 10 kepala keluarga lagi.

Pantauan detikcom, terlihat kendaraan motor triseda dan kol buntung datang membawa barang-barang warga. Hanya dua kendaraan itu saja. Tak ada truk besar dari Satpol PP yang disebut-sebut membantu warga untuk merelokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Barang-barang dikumpulkan di pintu utama. Di sana para sukarelawan anggota bina marga, kelurahan Ciumbuleuit, Kelurahan Hegarmanah dan Trantib Kecamatan Cidadap bahu membahu membawa barang-barang warga ke kediaman barunya.

Meskipun terlihat melelahkan, namun mereka menjalaninya dengan penuh canda tawa. Barang-barang mulai dari lemari, kursi, kasur, sepeda, kompor, televisi, dispenser dan lainnya dibawa satu persatu ke lantai 3, 4 dan 5. Tentu saja mengangkut barang-barang berat sambil menaiki tangga bukan perkara mudah.

Warga mengaku sangat terbantu dengan para petugas yang sukarela mengangkut barang-barang mereka.

"Karunya (kasihan) tukang ngangkut-ngakut barang. Kadang suka saya kasih kopi atau minum," ujar Eni (50) salah satu warga yang direlokasi.

Sementara itu menurut salah satu petugas Trantib yang enggan disebutkan namanya. Proses pemindahan barang-barang tidak bisa sekaligus karena kurangnya transportasi yang mengangkutnya. Sehingga petugas terpaksa bolak balik sejuh 3 kilometer.

"Enggak ada truk besar yang ngambil barang sekaligus banyak. Ngambilnya pake triseda sama kol bak saja," ujarya.

Pihaknya juga meminta kepada pimpinan untuk memperhatikan makan minum para petugas.

"Jumlahnya ada sekitar 15 orang yang bantu-bantu angkut barang warga. Dari pagi sampe sore. Makanan enggak ada yang merhatiin. Paling dari warga aja ada yang ngasih gorengan, kopi," ungkapnya.

(avi/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads