DPRD Bandung Soroti Masalah Kemacetan hingga Sampah

205 Tahun Kota Bandung

DPRD Bandung Soroti Masalah Kemacetan hingga Sampah

Avitia Nurmatari - detikNews
Jumat, 25 Sep 2015 13:36 WIB
DPRD Bandung Soroti Masalah Kemacetan hingga Sampah
Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Ketua DPRD Kota Bandung Isa Subagja menyampaikan pidato dalam Rapat Paripuna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-205 Kota Bandung. Banyak hal yang menjadi sorotan, salah satunya soal masalah kemacetan dan transportasi yang belum tertangani maksimal.

"Kemacetan, penanganan sampah dan banjir sampai saat ini belum sepenuhnya teratasi. Kemacetan terjadi karena tidak seimbangnya ruas jalan dengan volume kendaraan, juga parkir kurang tertib, pasar tumpah, angkot dan lainnya," ujar Isa Subagja, Jumat (25/9/2015).

Meski begitu Isa mengapresisasi juga kemajuan Pemkot Bandung untuk menghadirkan moda transportasi massal modern dengan serius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira soal transportasi ini juga sudah mulai dirintis. Seperti lelang monorail dan lainnya. Sudah ada tikit-titiknya. Artinya bukan hanya rencana, tapi sudah ada tindakan," kata Isa.

Selain transportasi, Isa juga menyoroti penanganan sampah dan banjir yang saat ini belum sepenuhnya teratasi. Menurut Isa, diperlukan keseriusan Pemkot Bandung untuk menangani sampah di Kota Bandung. Apalagi TPA Sarimukti akan ditutup pada 2016 mendatang.

"Khusus sampah, melalui penanganan teknologi ramah lingkungan saja tidak bisa. TPA Sarimukti akan berakhir pada 2016. Bencana sampah yang pernah terjadi mungkin bisa terulang kembali atau bisa berdampak pada sektor lain seperti lingkungan dan kesehatan," kata Isa.

Namun demikian, kader PDIP tersebut optimis Kota Bandung bisa eksis seperti kota-kota metropolitan bahkan megapolitan yang ada di penjuru dunia.

"Ini kan kita proses, ada beberapa permasalahan yang jadi bagian rutin dari tahun ke tahun. Tapi pemerintahan yang sekarang mencoba mengeliminir. Kalau bicara tentang mengurus 3 juta penduduk tentu saja beda dengan 600 ribu penduduk, kami mengampresiasi. Apalagi sekarang terbukti dengan adanya penghargaan. Kita tidak bisa men-zero-kan persoalan," ungkapnya.

(avi/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads