Kepala IGD RSUD Kota Bandung Sri Cahyati mengatakan para pasien datang secara bergelombang ke RSUD Kota Bandung pada Minggu malam (20/9/2015) kemarin, sekitar pukul 19.00 WIB.Β "Ada 74 orang keracunan setelah makan di acara sunatan. Lima orang masih di IGD dan satu orang dirawat, sisanya sudah pulang," kata Sri di RSUD Kota Bandung, Jalan Rumah Sakit, Senin (21/9/2015).
Menurut Sri, pasien mengalami keracunan itu mayoritas kalangan dewasa. Sewaktu tiba di rumah sakit, sambung dia, para pasien dalam kondisi lemas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak semalam, Sri menjelaskan, seluruh pasien langsung diterapi dan diberikan asupan obat. "Rata-rata satu jam kemudian langsung bisa teratasi. Setelah itu mereka berangsur bisa pulang. Kalau satu pasien yang dirawat itu anak usia 13 tahun," ujar Sri.
Insiden keracunan massal ini berawal saat tamu undangan menghadiri acara khitanan anaknya Ucok Dirhamsyah (48) di Jalan Sindangsari, RT 3 RW 4, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Minggu (20/9/2015).
"Sampel makanan itu sudah kami amankan. Menurut keterangan Ucok yang menggelar acara khitanan, makanan itu hasil masakan sendiri atau bukan dari katering," kata Kanit Reskrim Polsekta Panyileukan AKP Syahroni.
Lebih lanjut dia menuturkan, sampel makanan berisi nasi, daging ayam iris, tumis kentang, sayuran bihun dan ati ayam akan dicek oleh Dinkes Kota Bandung. "Sejumlah saksi dan penyelenggara acara sudah didengar keterangannya," kata Syahroni.
Salah satu korban keracunan, Rika (31), sempat merasakan mual setelah satu jam menikmati makanan yang disajikan di lokasi hajatan. "Kemarin itu jam empat sore makan di tempat khitanan, satu jam kemudian saya buang air besar. Setelah itu perut melilit, lalu saya muntah-muntah," ujar Rika di IGD RSUD Kota Bandung.
Menurut Rika, menu makanan yang disantapnya di tempat acara antara lain ayam iris dan soto. "Memang waktu itu daging ayamnya bau dan basi," ucap Rika. (bbn/ern)











































