"Pelepasan Tim Pemeriksa Hewan Kurban ini adalah bentuk perlindungan pemerintah untuk masyarakat atas hewan kurban yang akan disembelih. Apakah itu memenuhi higienitas kesehatan dan syariat Islamnya," ujar Deddy.
Jumlah petugas yang dilepas secara seremonial hari ini ada 150 orang, namun Pemprov Jabar menyiapkan 500 orang petugas. Mereka akan disebar ke seluruh daerah di Jabar. Dengan adanya petugas ini, Deddy berharap daging hewan kurban yang disembelih dan dikonsumsi oleh masyarakat Jawa Barat nanti terjamin kehalalannya, aman, utuh dan sehat.
![]() |
Para petugas akan memeriksa hewan kurban supaya sesuai dengan klasifikasi hewan kurban yang baik dan laik yang tertuang dalam Permentan Nomor 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.
"Jadi hewan kurbannya adalah ternak jantan, cukup umur, tidak cacat, dan harus diperhatikan kesejahteraan hewannya," kata dia.
Hewan kurban yang dipotong adalah ternak jantan supaya tidak mengganggu populasi ternak dan kesesuaian harga akibat adanya peningkatan permintaan dan persediaan.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Dody Firman Nugraha menambahkan pemeriksaan hewan kurban di tingkat kabupaten kota di wilayah Jabar sudah mulai dilakukan sejak H-12 dan akan terus dilaksanakan sampai dengan hari tarsik.
"Sedangkan sosialisasi dan bimbingan teknis atau pelatihan terkait pemotongan hewan qurban telah dilaksanakan dari H-30," jelas Dody. (tya/ern)












































