Kodam III/Siliwangi berkesempatan mengajak awak media dan warga nonton bareng film produksi Sekar Ayu Asmara dengan sutradara Viva Westi tersebut di Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2015). Pembuatan film Jenderal Soedirman didukung Yayasan Kartika Eka Paksi dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat.
Film berdurasi 126 menit itu dibintangi antara lain Adipati Dolken (Soedirman), Baim Wong (Sukarno), Nugie (Hatta) dan Mathias Muchus (Tan Malaka). Sudah bisa ditebak, film menceritakan kisah gerilya Soedirman setelah agresi militer Belanda ke Yogyakarta pada 19 Desember 1948.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Robertson, film tersebut sarat pesan bagi kalangan tentara dan masyarakat umum. Soedirman selama ini dikenal sebagai pejuang yang sosoknya sederhana dan teguh pendirian. Isi film terdapat adegan Soedirman yang perokok berat itu mengorbankan harta berupa perhiasan emas milik istrinya untuk bekal sepanjang bergerilya. Meski sakit TBC sehingga harus ditandu anak buahnya menyusuri hutan belantara, Soedirman tetap gigih berjuang pantang menyerah menumpas Belanda demi bangsa dan negara.
"Kita mengajak ke seluruh generasi muda untuk lebih mengenal dekat siapa itu Jenderal Soedirman. Sejumlah kota ada nama jalan dan patung Jenderal Soedirman, tapi banyak juga masyarakat yang belum mengenal sosoknya," ucap Robertson.
Ada hal menarik dicatat Robertson. Terutama di pamungkas film ini. Soedirman bertemu serta berdialog dengan Soekarno dan Hatta. "Menurut saya, (adegan) menariknya ketika Jenderal Soedirman mengatakan kepada presiden yaitu 'Saya serahkan kepemimpinan militer ini, kepada kepemimpinan sipil di bawah pimpinan presiden. Saya kembali memimpin tentara'. Artinya TNI kembali ke barak dan silahkan pimpin kembali negara ini oleh kepemimpinan sipil," tutur Robertson.
"Pada dasarnya kepemimpinan sipil sudah ada sejak zaman Soedirman. Jadi ini sebetulnya bukan baru di negara kita," ucapnya menambahkan.
Soal konsep film tersebut, Robertson mengatakan ada plus minusnya. "Filmnya kurang kolosal. Tapi film ini mengandung nilai-nilai perjuangan Jenderal Soedirman," ujar Robertson. (bbn/err)











































