Tiga remaja lelaki Nur Arief Mursyid (17), Muhammad Ihsan Bashirulhaq (17) dan Afra Mika Aldaka (17) ini butuh waktu satu bulan menciptakan 'Endog Box'. "Enggak ribet cari bahan dasarnya. Cukup kardus saja," kata Arief di SMAN 22 Bandung, Jalan Rajamantri, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2015).
Baca: Berkat Karya Siswa SMAN 22 Bandung ini, Telur Tak Pecah Meski Terjatuh
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendapatkan kardus dari warung dan minimarket. Padahal kami siap membeli, tapi malah dikasih," kata Arief.
![]() |
"Nah, wadah yang kami ciptakan ini bisa menjadi solusi. Kami berharap wadah telur yang bermanfaat ini bisa diproduksi massal," tutur Arief.
Kepala Sekolah SMAN 22 Bandung Hatta Saputra berjanji tidak diam diri. Dia siap mendorong karya anak didiknya itu bisa digunakan para distributor telur.
"Nanti wadah telur itu segera dipatenkan. Hasil cipta siswa harus diapresiasi. Kami juga sedang menyiapkan bagaimana caranya agar bisa memproduksi massal 'Endog Box'. Tentunya ke depan, kami berharap juga bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan telur," ucap Hatta singkat. (bbn/try)











































