Hal itu disampaikan kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jawa Barat Budiman SKM, Senin (7/9/2015).
"Sampai saat ini kami terus membantu penyaluran air bersih untuk kebutuhan warga yang terkena dampak kekeringan karena musim kemarau. Di catatan terbaru kami, ada 18 kabupaten kota yang mengajukan air bersih," ujar Budiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi air yang kami saluran tersebut tidak diperuntukkan untuk lahan pertanian. Air itu hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga seperti untuk minum dan mencuci," kata dia.
Kebutuhan air untuk lahan pertanian dijelaskan Budiman itu jadi tanggung jawab Dinas Pertanian di masing-masing daerah, bukan BPBD.
"Supaya tidak ada tumpang tindih tugas pokok dan fungsi antara BPBD dan Dinas Pertanian," jelas Budiman.
Air yang disalurkan bagi masyarakat jumlahnya bervariasi. Namun rata-rata jumlah yang disalurkan ke masing-masing desa sekira 10 ribu liter per hari.
"Satu desa itu mungkin dua tangki. Masing-masing tangki kapasitas sekitar 10 ribu liter. Tapi itu untuk kebutuhan masyarakat saja, bukan untuk mengairi sawah yang kekeringan," katanya. (tya/ern)











































