"Ini dalam rangka kunjungan saya selaku Wapres ADB di Manila. Ke sini melihat proyek ADB di Polman yang mendapatkan dana bantuan ADB untuk profesional training," ujar Bambang usai pertemuan di Bandung Command Center, Jalan Wastukancana, Jumat (4/9/2015).
Menurut Bambang, Bandung satu-satunya kota yang dipilih untuk didatangi dan potensial untuk diajak bekerjasama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan hari ini, ADB juga meminta kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk bertukar pengalaman dan ide-ide terkait pengelolaan kota.
"Kami meminta beliau mempertukarkan pengalaman dan ide beliau. Karena di ADB ada studi besar dalam rangka 50 tahun ADB bagaimana melihat pola-pola greend and smart city. Jadi kita tidak hanya green atau smart saja, tapi juga dua-duanya," kata Bambang.
Dari sisi keuangan, Pemkot Bandung dan ADB juga saling bertukarpikiran untuk mencari pola baru kerjsama pembayaran.
"Konvensional lama, keburu penduduk banyak. Kondisi sekarang kalau melihat potensi pendanaan dari kota tidak mungkin," ungkap Bambang.
Ke depan ADB dan Pemkot Bandung akan mencari peluang terkait bagaimana kota-kota dikerjasamakan dengan swasta untuk kebutuhan pembangunan.
"Kita akan eksplor kerjasama dengan Bandung. Harapannya secepatnya strukturisasi, penyiapan organisasi. Tahun depan bisa mulai," tandasnya.
Usai berdiskusi, Bambang yang berpakaian batik tersebut diajak menjelajahi Bandung Command Center. (avi/ern)











































