Pasrah akan Direlokasi, Ini Curhatan Warga Sungai Cikapundung

Pasrah akan Direlokasi, Ini Curhatan Warga Sungai Cikapundung

Avitia Nurmatari - detikNews
Senin, 31 Agu 2015 14:50 WIB
Pasrah akan Direlokasi, Ini Curhatan Warga Sungai Cikapundung
Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Revitalisasi Sungai Cikapundung yang akan dijadikan ruang publik harus menggusur warga yang tinggal di bantaran sungai. Sejak 2013 lalu, proyek ini tak kunjung rampung, selain pengerjaanya ditunda, juga Pemkot Bandung belum berhasil melobi warga.

Beberapa hari lalu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial melakukan pertemuan dengan warga RT 05 RW 10 bantaran Sungai Cikapudung, Jalan Siliwangi.

Dalam akun twitternya @Ridwankamil, pria yang akrab disapa Emil tersebut mengatakan bahwa warga setempat sudah memahami dan siap pindah baik-baik ke rumah susun di Sadang Serang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malam ini berdiskusi panjang dengan masyarakat yang tinggal di Kampung bantaran Sungai Cikapundung yang berada di zona merah dan peruntukannya memang untuk RTH. Insya Allah setelah dijelaskan dengan baik, mereka memahami dan disiapkan pindah baik2 ke apartemen di sadang Serang dalam waktu dekat. Semoga Allah SWT meridhai kita semua yang berniat baik. Amin," tulis Emil dalam foto yang diunggahnya di twitter pada 28 Agustus lalu.

Hari ini Senin (31/8/2015), detikcom menyambangi warga bantaran Sungai Cikapundung. Salah satu perwakilan warga, Undang Sudrajat (55) mengaku pasrah, rumah yang ditempatinya sejak tahun 1986 lalu harus digusur.

"Ya warga mah pasrah saja sekarang mah. Da mau bagaimana lagi, ini kan tanah negara. Pemerintah membutuhkan. Jangankan tanah negara, tanah pribadi saja kalau pemerintah membutuhkan mau bagaimana," kata Undang.

Namun terlepas dari kepasrahannya, Undang berharap Pemkot Bandung bisa menyejahterakan warga Sungai Cikapundung dan menjamin hidup yang layak di tempat yang baru.

"Saya sudah merasa layak di sini, anak masing-masing sudah punya kamar. Kalau di sana (di rusun) kan kecil tempatnya. Pengennya mah sesuai dengan jumlah orangnya," ujar Undang.

Warga lainnya seorang ibu dengan 4 anak yang enggan disebutkan namanya juga mengaku pasrah. Mau tak mau, toh pada akhirnya mereka harus tetap pergi dari tanah negara yang sudah menjadi tempat tinggal mereka dalam waktu yang cukup lama.

"Ya mau gimana lagi. Di sana enakeun enggak? Katanya bekas kuburan ya," kata pemilik warung tersebut sambil bertanya-tanya.

Ibu tersebut mengaku sedikit keberatan karena anaknya sekolahnya dekat, hanya satu kali angkot. Sementara jika pindah ke Sadang Serang akan lebih jauh.

"Ya paling anak ibu sekolahnya jadi jauh. Sama ini, anak ibu kan 4 ada yang udah gede, gimana nanti tinggalnya, moal patumpuk-tumpuk kitu?" ucapnya.

Kini mereka tinggal menghitung waktu, sambil menunggu komando dari Pemkot Bandung untuk pindah ke Sadang Serang.

Sementara di bibir sungai, sedang dibangun Amphiteater yang akan digunakan sebagai ruang publik. (avi/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads