Persediaan Air di Bandung tak Cukup Suplai Kebutuhan Hotel

Persediaan Air di Bandung tak Cukup Suplai Kebutuhan Hotel

Tya Eka Yulianti - detikNews
Jumat, 28 Agu 2015 17:49 WIB
Bandung - Pertumbuhan jasa perhotelan di Kota Bandung yang pesat ternyata mengancam sumber daya air. PDAM Kota Bandung pun sudah tak bisa menyanggupi kebutuhan hotel-hotel ini. Sehingga setiap perizinan hotel baru pun akan diperketat dimana mereka harus bisa menyediakan sumber airnya sendiri.

Hal itu disampaikan Ayu Sukenjah, Kepala Divisi Rehabilitasi BPLHD Kota Bandung dalam acara Unpad Merespon dengan tema 'Musim Kemarau dapat Kekeringan, Musim Hujan dapat Kebanjiran' di Executive Lounge Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur, Jumat (28/8/2015).

"Dengan bertumbuhnya jasa hotel memang pertumbuhan ekonomi naik tapi jadi ancaman sumber daya air. Saat ini PDAM sudah tidak sanggup memberi suplai kebutuhan hotel-hotel di Bandung. Kebutuhan air di hotel itu sangat besar meskipun biasanya hanya penuh di weekend saja," ujar Ayu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PDAM sendiri saat ini memenuhi kebutuhan air bakunya mengambil dari sungai, mata air dari Padalarang atau Lembang yang notabene di luar Kota Bandung.

Karena itu, hotel-hotel yang sudah ada maupun yang baru diminta untuk membuat water ground sendiri untuk pengolahan air untuk kebutuhan operasional hotel seperti flush atau untuk menyiram.

"Untuk itu, hotel perlu menyediakan sumber air untuk me-recycle air yang akan digunakan untuk flush atau penyiraman tanaman. Sehingga tidak terlalu banyak menggunakan air bersih," katanya.

Hotel-hotel baru juga nantinya harus memiliki water tank tersendiri karena tidak akan tersambung dengan pipa PDAM. "Jadi mungkin PDAM akan tetap suplai, tapi tidak melalui pipa, tapi lewat pengiriman air. Setelah itu mereka yang mengolahnya," tutur Ayu.

Ayu menyebut, kebutuhan air secara domestik air per hari untuk 1 orang sekitar 20 liter. Jika hotel tersebut kemudian mengambil air tanah sebagai sumber airnya, maka mereka harus membayar sejumlah air yang diambil dari tanah tersebut. (tya/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads