Spanduk yang dibentangkan para sopir ini antara lain bertuliskan 'Penolakan Taksi Uber. Dimanakah kantor Taksi Uber? Gojeg? Gobok? Siluman Coooy".
Seminar yang digelar Dewan Pengembangan Kota Cerdas Bandung itu dihadiri oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Dekan Fakultas Teknik ITB Ade Sjafruddin, Dosen Unpar Tri Basuki, serta perwakilan dari Uber, Organda, dan juga Kobanter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Taksi dan angkutan umum kolaps karena banyak angkutan umum liar berpelat hitam. Selain itu ada intervensi AKDP dari kabupaten masuk ke Kota Bandung," ujarnya.
Menurutnya jumlah armada taksi di Kota Bandung sebanyak 2.000 dan angkutan kota 5.500. "Transportasi pakai aplikasi itu ilegal, masuk tanpa izin," tegasnya.
Eddy berharap pemerintah lebih pro terhadap nasib mereka dibandingkan dengan transportasi ilegal.
"Fasilitasi kami transportasi yang legal, jangan malah menfasilitasi transportasi yang ilegal," tandas Eddy.
Pemerintah, menurutnya sebaiknya melakukan pembinaan dan manajemen yang baik pada perusahaan transportasi yang sudah ada. Seminar baru dimulai pukul 09.30 WIB. (avi/try)












































