Seminar Soal Uber dan Go-Jek, Kampus ITB Jadi Area Parkir Taksi

Seminar Soal Uber dan Go-Jek, Kampus ITB Jadi Area Parkir Taksi

Avitia Nurmatari - detikNews
Senin, 24 Agu 2015 10:21 WIB
Seminar Soal Uber dan Go-Jek, Kampus ITB Jadi Area Parkir Taksi
Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Halaman kampus ITB di Jalan Ganeca berubah menjadi area parkir taksi, Senin (24/8/2015). Puluhan taksi yang dipasangi spanduk berjejer rapi. Para sopir mengikuti seminar yang membahas mengenai kontroversi keberadaan transportasi berbasis teknologi seperti taksi Uber dan Go-Jek di Aula Barat ITB.

Spanduk yang dibentangkan para sopir ini antara lain bertuliskan 'Penolakan Taksi Uber. Dimanakah kantor Taksi Uber? Gojeg? Gobok? Siluman Coooy".

Seminar yang digelar Dewan Pengembangan Kota Cerdas Bandung itu dihadiri oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Dekan Fakultas Teknik ITB Ade Sjafruddin, Dosen Unpar Tri Basuki, serta perwakilan dari Uber, Organda, dan juga Kobanter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NS Eddy, perwakilan Kobanter Baru menyatakan menolak keberadaan transportasi berbasis teknologi di Bandung. Ia mengaku dengan adanya Taksi Uber, perusahaan taksi dan angkutan kota kolaps.

"Taksi dan angkutan umum kolaps karena banyak angkutan umum liar berpelat hitam. Selain itu ada intervensi AKDP dari kabupaten masuk ke Kota Bandung," ujarnya.

Menurutnya jumlah armada taksi di Kota Bandung sebanyak 2.000 dan angkutan kota 5.500. "Transportasi pakai aplikasi itu ilegal, masuk tanpa izin," tegasnya.

Eddy berharap pemerintah lebih pro terhadap nasib mereka dibandingkan dengan transportasi ilegal.

"Fasilitasi kami transportasi yang legal, jangan malah menfasilitasi transportasi yang ilegal," tandas Eddy.

Pemerintah, menurutnya sebaiknya melakukan pembinaan dan manajemen yang baik pada perusahaan transportasi yang sudah ada. Seminar baru dimulai pukul 09.30 WIB. (avi/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads