Usai memberikan penghargaan Sastra Rancage 2015 kepada sembilan sastrawan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Rancage Ajip Rosidi meresmikan pameran lukisan. Pameran lukisan sendiri sebenarnya sudah digelar sepekan lalu, saat peresmian perpustakaan pada 15 Agustus lalu.
Ada 22 pelukis dengan 65 karyanya yang dipamerkan. Di antaranya Andi Sopiandi, Abay Subarna, Nana Bana, Rachmansyah, Taat Joeda, Eddy Hermanto, Dedi Suardi, Asep Suradi, dan Basuki Bawono. Dipamerkan juga puluhan karya karikaturis Budi Riyanto Karung dan seniman lainnya. Pameran lukisan akan berakhir hingga akhir September mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Emil membeli lukisan sketsa bergambar Gedung Sate karya Basuki Bawono dengan harga Rp 10 juta. Di antara ketiganya, Aher membeli lukisan paling mahal seharga Rp 35 juta karya Andi Sopiandi. Ia memilih lukisan judul 'Situ Cangkuang'.
"Indah (lukisannya), saya senang pemandangan yang indah-indah. Adem melihatnya," ujar Aher saat ditanya kenapa ia memilih lukisan itu.
Ia mengaku belum mengetahui di mana lukisan yang berukuran 150x90 cm itu akan disimpan. "Mungkin di ruang kerja, atau di kamar tidur. Disimpan (tangannya menunjuk ke atas sambil posisi kepala rebahan-red), kayanya adem," ujarnya semringah.
Di tempat yang sama, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan sangat mengapresiasi keberadaan perpustakaan Ajip Rosidi tersebut. "Kalau ada yang bisa dibantu, kita akan bantu. Ini jadi salahsatu pusat kreatifitas warga Bandung," ujarnya.
(ern/err)











































