Ini Sembilan Sastrawan yang Mendapat Hadiah Sastra Rancage 2015

Ini Sembilan Sastrawan yang Mendapat Hadiah Sastra Rancage 2015

Erna Mardiana - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2015 15:53 WIB
Ini Sembilan Sastrawan yang Mendapat Hadiah Sastra Rancage 2015
Foto: Erna Mardiana
Bandung - Sembilan sastrawan menerima hadiah sastra Rancage 2015. Tahun ini, untuk pertama kalinya Sastra Batak mendapat penghargaan yang digagas Yayasan Kebudayaan Rancage ini.

Sastra Batak menjadi kategori paling bungsu yang memperoleh Hadiah Rancage. Sementara yang lainnya, yaitu Sastra Sunda sudah ke-27, Sastra Jawa ke-22, dan Sastra Bali ke-19.

"Tahun 2014 ada lima judul buku dalam bahasa Batak yang terbit. Dua tahun sebelumnya juga sudah terbit buku karya sastra Batak. Setelah tiga tahun berturut-turut ada, kami mempertimbangkan memberikan penghargaan Rancage bagi Sastra Batak tahun ini," ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage Ajip Rosidi saat pemberian Hadiah Sastra Rancage di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut, Sabtu (22/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua sastrawan Batak menerima penghargaan Rancage untuk Sastra Batak Toba pertama kalinya adalah Saut Poltak Tambunan dengan karyanya Si Tumoing: Manggorga Ari Sogot dan Si Tumoing: Pasiding Holang Padimpos Holong. Sementara penghargaan Sastra Rancage untuk jasa Sastra Batak adalah Leonardus Egidius Joosten.

Sementara itu untuk Sastra Sunda, ada 19 judul buku dari 18 pengarang tahun lalu yang dipertimbangkan penghargaan. Dari 19 karya itu, menurut Ajip, mengerucut menjadi tiga karya.

"Setelah dipertimbangkan lagi dengan seksama, maka ditetapkan buku sastra Sunda yang mendapat hadiah Rancage 2015 adalah kumpulan guguritaan (puisi tradisional seperti macapat dalam sastre Jawa-red) karya Dian Hendrayana berjudul Lagu Ngajadi," ungkap Ajip.

Sementara untuk penghargaan Rancage jasa Sastra Sunda diberikan kepada Aam Amalia, yang tak pernah berhenti menghasilkan sastra Sunda dan juga melakukan regenerasi. "Bu Aam sejak umur 16 tahun mulai menulis cerita pendek dan hingga saat ini tidak pernah berhenti," tandas Ajip.

Sedangkan penghargaan Samsoedi 2015 untuk bacaan anak-anak berbahasa Sunda, pemenangnya adalag Ahmad Bakri dengan judul Kasambet.

Untuk Sastra Jawa, seperti tahun-tahun sebelumnya selalu didominasi karya prosa, roman, dan juga cerita pendek. "Tahun lalu ada tiga roman, tujuh cerita pendek, dan kumpulan puisi hanya lima judul," kata Ajip.

Tahun ini yang meraih penghargaan Rancage Sastra Sunda adalag Triman Laksono, dengan karyanya kumpulan puisi berjudul Sepincuk Rembulan. Sementara penghargaan Rancage jasa Sastra Jawa diberikan kepada Yulitin Sungkowati.

Lebih lanjut Ajip menyatakan penghargaan Rancage Sastra Bali diberikan kepada I Gede Putra Ariawan dengan kumpulan cerita pendeknya berjudul 'Ngurug Pasih'. Sementara Rancage jasa Sastra Bali diserahkan kepada I Nyoman Adiputra.

Sembilan sastrawan itu kecuali Ahmad Bakri yang diwakilan oleh ahli warisnya, mendapatkan langsung penghargaan berupa piagam dan yang tunai. Penghargaaan diserahkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Ajip Rosidi, tadi siang.

Pada kesempatan itu juga, Ajip Rosidi mendapat penghargaan dari masyarakat Batak yang memberikan kain ulos.

(ern/err)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads