"Setelah soft campaign secara pelan-pelan, hari ini secara resmi meluncurkan One Day No Rice, setiap hari senin. Kita mulai imbau ke anak-anak karena anak sekolah masih bisa dididik, mereka masih mencari nilai kehidupan, mencari logika. Kita punya 700 ribu anak sekolah di Kota Bandung kurang lebih yang bisa giring untuk mendorong kultur baru ini," ujar Wali Kota Bandung Ridwan kamil usai pencanangan satu hari tanpa nasi di SMPN 13 Bandung, Jalan Mutiara, Kamis (20/8/2015).
Untuk itu, pria yang akrab disapa Emil tersebut hari ini mengumpulkan para kepala sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Bandung untuk mulai mensosialikan satu hari tanpa nasi di sekolah-sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di SMPN 13 Emil yang datang didampingi istrinya mencoba nasi yang terbuat dari jagung. Menurut pria yang hobi bersepeda itu rasanya hampir sama dengan nasi yang terbuat dari beras.
"Rasanya seperti nasi, tapi agak menggerinyal (kasar). Kalau mentahnya (hanya nasi jagungnya saja) mungkin kurang nyaman, kalau sudah dicampur dengan ayam segala rupa apalagi kalau makannya gratis nikmatnya dua kali lipat, kenyangnya sama saja," seloroh Emil.
Rencananya, selain mengajak para siswa untuk tidak melahap beras setiap hari senin, pihaknya juga akan mengimbau kepada pelaku restoran dan industri kuliner untuk melakukan hal serupa.
"Tahun pertama, full kampanyenya, mungkin tahun berikutnya kita giring ke restoran, supaya hari senin restoran yang ada di Bandung menyediakan menu itu. Sehingga orang yang terbiasa mempunya pilihan tanpa mengurangi kebiasaan makan," terang Emil.
Menurut Emil, satu hari tanpa nasi merupakan araha dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Kota Bandung sendiri melakukannya di hari Senin juga agar bisa dikombinasikan dengan puasa sunah Senin Kamis.
"Dipilih hari Senin karena mengkombinasikan dengan pendidikan karakter berbasis agamis, yaitu kegiatan yang menguatkan keibadahan puasa senin kamis. Mudah-mudahan dengan kombinasi ini ada perubahan positif, sentuhan one day no rice supaya krisis ketahanan pangan yang sekarang mulai terlihat pelan-pelan seperti masalah sayur, daging dan lainnya bisa kita ubah dengan masif dan jangka panjang," tandasnya. (avi/ern)











































