Ridwan Kamil: Ancaman Ketahanan Pangan Sama dengan Terorisme

Ridwan Kamil: Ancaman Ketahanan Pangan Sama dengan Terorisme

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 15:43 WIB
Ridwan Kamil: Ancaman Ketahanan Pangan Sama dengan Terorisme
Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mulai mewaspadai ancaman ketahanan pangan. Dimulai dari langka dan mahalnya daging sapi beberapa waktu lalu, kini giliran daging ayam. Ia menilai terancamnya ketahanan pangan sama dengan terorisme.

Seperti diketahui, mulai hari Kamis 23 Agustus 2015 pukul 12.00 WIB sampai Minggu 23 Agustus 2015 pukul 12.00 WIB akan pedagang ayam akan mogok berjualan. Sebelumnya, pedagang daging sapi lebih dulu melakukan aksi mogok. Konsumen pun kebingungan.

"Saya imbau pedagang untuk tetap jualan, karena ada wacana jika ketahanan pangan terancam sama dengan terorisme juga," ujar pria yang akrab disapa Emil itu, di Jalan Mutiara, Kamis (20/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Emil, warga Kota Bandung cukup banyak mengonsumsi daging ayam. Berbagai jenis olahan ayam baik diolah di dapur rumahan maupun olahan ayam di rumah makan. Sehingga jika aksi mogok dilakukan, makan akan merugikan masyarakat.

"(ancaman ketahanan pangan) meneror masyarakat bukan dengan ketakukan, tapi menghambat keberlangsungan hidup masyarakat dari sektor pangan," tambahnya.

Meski demikian, Ridwan Kamil tidak akan menghalangi aksi mogok jualan para pedagang ayam. Pihaknya tetap akan membela konsumen yang merupakan warganya dengan menggelar operasi pasar dari Bulog Divre Jawa Barat.

"Besok kalau memang tidak ada yang berjualan kita gelar operasi pasar harganya 30 ribu sampai 32 ribu," tutupnya.

(avi/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads