"Jadi harga tomat itu jatuh, hanya sampai Rp 2.000 per kilo. Saking murahnya petani tomat itu bahkan membiarkan kebunnya busuk karena harga memetik dengan harga perkilonya lebih mahal harga memetik. Karunya pisan, " ujar pria yang akrab disapa Emil itu di Cilengkrang, Kota Bandung, Selasa (18/8/2015).
Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk membeli tomat sebanyak-banyaknya untuk diolah menjadi makanan apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu Emil mengimbau kepada pemerintah pusat untuk mengatur regulasi juga menyarankan agar memaksimalkan industri olahan pangan.
"Nah ini kan saya gak ngerti, harusnya kan regulasi dari pemerintah pusat yang mengatur jangan sampai over suplai. Jadi jangan si tomat mentahnya saja, tapi bikin industri saus tomatnya, industri dari pengolahan yang umur si buah tomatnya bisa panjang. Kalau ini kan busuk di tempat. Ini imbauan sosial saja," tandasya.
(avi/ern)











































