Menurut Lenis, saat ini anak Papua yang tercatat bersekolah di Kota Bandung ada sekitar 70 orang.
"Anak-anak asli Papua dan Papua Barat dari SMP sampai SMA disekolahkan di Yayasan sini (Bandung). Pak Wali tahun ini menampung 70 orang, tahun lalu 20 orang," ujar Lenis di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini di Papua kami merasa disisihkan. Tapi akhirnya pak wali kota sudah buat pendekatan seperti ini sehingga anak-anak Papua merasa memiliki NKRI," tandasnya.
Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kementrian dalam negeri untuk menyekolahkan anak-anak papua di Pulau Jawa khususnya Kota Bandung hingga ke jenjang Sarjana. Teknisnya, anak-anak Papua diseleksi secara akademis lalu disekolahkan gratis ke Pulau Jawa.
"Menyangkut biaya, kita kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kementrian Dalam Negeri. Tapi Wali kota juga turun tangan untuk pembiayaan ini," jelas Lenis.
Lenis menambahkan, setelah lulus SMA, mereka juga akan dikuliahkan di Kota Bandung. Saat menjalani masa kuliah, mereka diharapkan bisa praktik kerja lapangan di perusahaan-perusahaan sesuai dengan bidang yang ditekuninya.
"Jadi ilmu di sekolah dapat, pengalaman juga dapat. Kemudian nanti kita kirim lagi ke pedalaman Papua untuk membangun tanah kelahiran mereka," ungkapnya.
Sosok Ridwan Kamil sendiri, lanjut Lenis sudah tidak asing bagi masyarakat Papua. Pria yang akrab disapa Emil itu sudah diajak ke Wamena dan diangkat sebagai anak adat.
"Dia juga sebagai wali murid anak Papua. Jadi dia tidak asing lagi untuk mendidik anak papua," tandasnya.
Sementara itu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan Bandung mempunyai hubungan batin dengan Papua. Saya diangkat anak angkat juga. "Saat ini 70 orang, tahun-tahun berikut bisa dua hingga tiga kali lipat. Nanti setelah lulus SMA, kita atur mereka kuliah S1 juga," katanya.
Menurutnya nanti akan ada program akulturasi di bawah Dispora. "Jadi ada keluarga asuh, jadi nanti menginapnya di rumah warga bukan di asrama. Kegiatan Dispora juga akan melibatkan mereka," pungkasnya.
(avi/ern)











































