"Kita dorong masyarakat yaitu petani atau peternak memproduksi kebutuhan pangan, terutama daging. Baik itu daging sapi, domba, ikan dan ayam," ucap Aher di sela-sela mengunjungi salah satu peternak sapi rakyat yang bergabung dalam Kelompok Tani Sejahtera di Pasirluhur, RT 1 RW 10, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jumat (14/8/2015).
Sentra sapi rakyat di kawasan ini menghimpun sedikitnya 30 peternak. Mereka memanfaatkan area kosong di sekeliling rumah menjadi kandang sapi. Satu peternak ada membangun dua hingga tiga kandang. Peternak rata-rata memiliki tiga hingga lima ekor sapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan, sapi lokal dari wilayah Indonesia, khususnya Jabar, semestinya diperkokoh sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. "Selain bergantung kepada sapi impor, sapi lokal harus diperkuat," kata Aher.
Kunjungan Aher ke para peternak sapi rakyat rumahan ini sebagai bentuk respons kelangkaan daging sapi dalam beberapa pekan terakhir. Politisi PKS ini berharap para peternak sapi lokal makin terlecut meningkatkan produktivitasnya guna menunjang ketahanan pangan di Jabar.
Kehadiran peternak sapi ala rumahan, menurut Aher, berperan strategis guna mengimbangi posisi feedloter atau pengusaha peternakan penggemukan serta importir sapi. Maka itu, sambung dia, perlu gerakan masif menghadirkan peternak rakyat di seluruh daerah Jabar yang ditopang manajemen agribisnis mumpuni.
"Peternak rakyat ini bisa bersaing, tapi harus masif. Kalau memelihara jadi budaya, bisa bersaing dengan feedloter dan peternak besar," ujar Aher.
Saat di kandang, Aher sempat memberikan rumput yang warnanya sebagian sudah menguning ke sapi. Ia juga tak memegang badan sapi mengecek kondisinya. (bbn/ern)











































