Hal itu disampaikan Aher saat ditemui di Gedung Sate Bandung, Jalan Diponegoro, Jumat (14/8/2015).
"Pungli itu terjadi karena banyak masyarakat yang menerima dana ganti rugi, boleh jadi ada orang yang merasa berjasa dan mengutip dari mereka. Ini harus diatasi," ujar Aher.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah hak mereka," katanya.
Aher pun menyatakan akan meminta bantuan kepolisian untuk menelusuri soal pungli warga Jatigede tersebut.
Β
"Kita akan koordinasi dengan kepolisian, karena selama ini memang diawasi oleh kepolisian, jadi kan kepolisian ini bagian dari tim yang tidak terpisahkan," tuturnya.
Ia pun meminta pada warga yang terkena dampak penggenangan Waduk Jatigede yang menjadi korban pungutan liar untuk tak segan melaporkan.
"Kalau tiba-tiba ada laporan pungli, tolong laporkan kepada aparat karena di lapangan ada polisi dan TNI. Saya mendorong kepada masyarakat untuk bersuara, jangan hanya bersuara ke Komnas HAM saja tapi harus ke aparat juga. Tolong laporkan siapa yang melakukan pungli tersebut," jelas Aher.
(tya/tya)











































