Menjelang matahari terbenam, Senin (10/8/2015), perwakilan Pemkot Bandung menyambangi gubuk Amin. Mereka ialah Kadiskominfo Bandung Aos Bintang dan Kadispora Kota Bandung Ajie Giyatmoko.
Kedua pejabat tersebut berbincang santai dengan Amin yang tengah berbaring di kasur beralas triplek. Aos dan Ajie menanyakan kondisi kesehatan bapak tiga anak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aos, Pemkot Bandung sudah menyiapkan salah satu tempat yang dapat dihuni Amin bersama keluarga. "Tempatnya di Mes Persib," ucap Aos.
Kadispora Ajie Giyatmoko menyebutkan Mes Persib di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, lokasinya terbilang dekat dengan RS Santo Yusup. Selama ini Amin seminggu tiga kali untuk cuci darah di rumah sakit tersebut.
"Kami menawarkan di Mess Persib yang dilengkapi pendingin udara dan tidak. Silakan pilih sendiri. Jadi urusan komunikasi ke rumah sakit gampang, mobilitas mudah, dan tidak ada kejenuhan," ujar Ajie.
Ajie mencemaskan kondisi kesehatan dan psikologis Amin. Belum lagi dampak debu di seputaran gubuk yang siap menerjang sewaktu diterpa angin.
"Kalau dibiarkan di sini, sementara ginjalnya harus bekerja baik, agaknya sulit. Tentu pemerintah jangan sampai menutup sebelah mata, sisi kemanusiaannya harus diperhatikan. Makanya kami datang menemui," tutur Ajie.
Amin belum bisa mengambil keputusan soal pindah ke Mes Persib. "Saya perlu berbicara dengan istri dan warga lainnya," ucap Amin.
Kalaupun nanti menerima tawaran tersebut atau pindah ke tempat sesuai keinginan, Amin bersikukuh agar Pemkot Bandung mesti menyelesaikan masalah pergantian yang layak soal nasib bekas tempat tinggalnya seluas 190 meter persegi. (bbn/ern)











































