Pemkot Bandung Tawarkan Amin Ikhsan Pindah ke Mes Persib

Pemkot Bandung Tawarkan Amin Ikhsan Pindah ke Mes Persib

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 10 Agu 2015 19:54 WIB
Pemkot Bandung Tawarkan Amin Ikhsan Pindah ke Mes Persib
Foto: Baban Gandapurnama
Bandung - Sudah hampir sepekan Amin Ikhsan menggelandang di tengah sisa hamparan puing-puing bangunan rumah yang dirobohkan Satpol PP Kota Bandung. Mantan atlet senam ini mendirikan gubuk sebagai tanda menolak pindah di lahan milik Pemkot Bandung. Aksi lelaki yang didera gagal ginjal itu menyedot perhatian publik serta rekan sesama atlet senam, tak terkecuali unsur pemerintahan.

Menjelang matahari terbenam, Senin (10/8/2015), perwakilan Pemkot Bandung menyambangi gubuk Amin. Mereka ialah Kadiskominfo Bandung Aos Bintang dan Kadispora Kota Bandung Ajie Giyatmoko.

Kedua pejabat tersebut berbincang santai dengan Amin yang tengah berbaring di kasur beralas triplek. Aos dan Ajie menanyakan kondisi kesehatan bapak tiga anak tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan singkat berlangsung sekitar 30 menit. Intinya Pemkot Bandung menawarkan Amin pindah ke tempat layak huni. "Kami diperintah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk meninjau langsung Amin. Tadi kami menawarkan agar Amin pindah," kata Aos kepada detikcom di lokasi gubuk Amin, Jalan Jakarta Selatan, Kota Bandung.

Menurut Aos, Pemkot Bandung sudah menyiapkan salah satu tempat yang dapat dihuni Amin bersama keluarga. "Tempatnya di Mes Persib," ucap Aos.

Kadispora Ajie Giyatmoko menyebutkan Mes Persib di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, lokasinya terbilang dekat dengan RS Santo Yusup. Selama ini Amin seminggu tiga kali untuk cuci darah di rumah sakit tersebut.

"Kami menawarkan di Mess Persib yang dilengkapi pendingin udara dan tidak. Silakan pilih sendiri. Jadi urusan komunikasi ke rumah sakit gampang, mobilitas mudah, dan tidak ada kejenuhan," ujar Ajie.

Ajie mencemaskan kondisi kesehatan dan psikologis Amin. Belum lagi dampak debu di seputaran gubuk yang siap menerjang sewaktu diterpa angin.

"Kalau dibiarkan di sini, sementara ginjalnya harus bekerja baik, agaknya sulit. Tentu pemerintah jangan sampai menutup sebelah mata, sisi kemanusiaannya harus diperhatikan. Makanya kami datang menemui," tutur Ajie.

Amin belum bisa mengambil keputusan soal pindah ke Mes Persib. "Saya perlu berbicara dengan istri dan warga lainnya," ucap Amin.

Kalaupun nanti menerima tawaran tersebut atau pindah ke tempat sesuai keinginan, Amin bersikukuh agar Pemkot Bandung mesti menyelesaikan masalah pergantian yang layak soal nasib bekas tempat tinggalnya seluas 190 meter persegi. (bbn/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads